Pelaku Tabrak Lari Ditangkap

115

Rudiyanto (33), warga Dusun Gabelan Kidul RT 2 RW 5, Desa Tegalharjo, Kecamatan Eromoko, Wonogiri, pelaku tabrak lari, diapit Kabag Ops Kompol Jaka Wibawa dan Kanit laka, Ipda yahya Dhahiri, saat digelar keterangan pers di Mapolres Wonogiri, Kamis (10/1). Foto: Tulus PE

WONOGIRI- Rudiyanto (33), warga Dusun Gabelan Kidul RT 2 RW 5, Desa Tegalharjo, Kecamatan Eromoko, Wonogiri kini berurusan dengan polisi lantaran diduga kuat sebagai pelaku tabrak lari yang menewaskan Saginem (74), seorang pedagang, warga Mlangse Lor RT 1 RW 5, Desa Tubokarto. Peristiwa tabrak lari terjadi di Jalan Raya Pracimantoro-Wonogiri,  tepatnya di Dusun Mlangse Lor RT 2 RW 5, Desa Tubokarto, Kecamatan Pracimantoro.

‘’Peristiwa tabrak lari terjadi pada Jumat (28/12). Setelah kita lakukan olah TKP, dua hari kemudian kita berhasil menangkap pelakunya,’’ kata Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kabag Ops Kompol Jaka Wibawa dan Kasubag Humas Kompol Hariyanto  saat menggelar konferensi pers, Kamis (10/1).

Karena pelaku tidak  berupaya menolong korban dan bahkan berusaha menghilangkan barang bukti dengan membawa mobilnya ke sebuah bengkel di Klaten,  maka sedikitnya dikenai dua pasal. Pasal pertama adalah 310 ayat 4 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan. Ancaman hukumannya maksimal 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 12 juta. Pasal berikutnya adalah 312 UU Nomor 22 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 3 tahun dan denda paling banyak Rp 75 juta.

“Ketika itu, tersangka mengemudikan mobil Honda Civic Wonder AD 7837 LT warna merah metalik. Tersangka sendirian di dalam mobil,” jelas Jaka yang dibenarkan oleh Kanit laka, Ipda Yahya Dhahiri.

Menurut pengakuan tersangka, dia terpaksa lari lantaran gugup dan takut dimassa. Dia saat kejadian mengemudikan mobil dengan laju sekitar 80 kilometer per jam. Dia mengaku tidak mengetahui ada orang menyeberang jalan, dan pascabenturan itu dia tidak tahu korban meninggal dunia. 

 

Penulis : tpe
Editor   : wied