107 Orang Tewas Akibat Kecelakaan, Didominasi Usia Produktif

37

Salah satu agenda Satlantas Polres Brebes dalam rangka menekan angka lakalantas dengan menggelar Operasi Simpatik di tahun 2018. Foto. Eko Saputro

BREBES- Sebanyak 107 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu-lintas sepanjang tahun 2018. Angkat tersebut lebih banyak dibandingkan tahun 2017. Dari catatan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Brebes korban kecelakaan tersebut didominasi warga yang masih berusia produktif, yakni antara usia 21 hingga 40 tahun.

Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono SIK MSi melalui Kanit Laka Iptu Suratman SH saat dihubungi, Kamis (10/1) menjelaskan, sepanjang tahun 2018, tercatat ada sebanyak 407 kasus kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban meninggal dunia 107 orang.

“Dibandingkan tahun 2017, pada 2018 lalu angka lakalantas mengalami kenaikan sedikit. Pada 2017 lalu, terjadi 403 kasus, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 105 orang,” kata Kanit Laka

Dia menambahkan,  pada 2018 jumlah korban yang mengalami luka berat akibat lakalantas sebanyak 20 orang dan luka ringan sebanyak 371 orang. Kasus kecelakaan lalu lintas 2018 yang mengakibatkan meninggal dunia paling banyak dan paling intens terjadi di antara bulan Oktober hingga Desember 2018.

"Untuk tahun 2017, jumlah korban luka berat 21 orang dan luka ringan 360 orang. Pada bulan Oktober dan Desember 2018 itu ada beberapa hari berturut-turut terjadi kasus kecelakaan meninggal dunia akibat laka truk tronton yang mengalami rem blong selepas fly over Kretek Paguyangan," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kanit Laka berharap pada masyarakat agar di tahun 2019 ini, bisa menumbuhkan kesadarannya dalam berlalu-lintas apalagi dengan adanya unit pendidikan dan rekayasa. “Satlantas Polres Brebes tetap mengedepankan usaha-usaha preventif atau pencegahan kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran dalam berlalu lintas. Sebab kecelakaan ini dimulai dengan adanya pelanggaran dalam berlalu lintas. Di tahun 2019 ini, kita tetap melakukan penindakan bagi pengendara kendaraan yang melanggar, karena kecelakaan itu bermula adanya pelanggaran,” imbuhnya.

Kanit Laka mengemukakan, meningkatnya kecelakaan pada tahun 2018 ini, rata-rata terjadi karena penyebab human eror dari pengemudi kendaraan yang tak memperhatikan rambu-rambu ataupun batas kecepatan berkendara. “Kami berharap juga agar masyarakat lebih bertanggung jawab lagi dalam berkendara dan lebih mawas diri. Soalnya, sudah banyak contoh dari tahun ke tahun pada bulan Oktober dan Desember itu kecelakaan lalu lintas sering terjadi dan men imbulkan korban jiwa,” paparnya.

Kanit Laka menuturan, upaya memberikan keselamatan terus dilakukan, mulai dari sosialisasi, mendorong masyarakat menggunakan helm, melengkapi surat-surat kendaraan, dan melakukan sweeping. Hingga, mendatangi sekolah-sekolah agar lebih tertib berlalu lintas pada saat berkendara. "Kita terus berupaya selalu untuk mendatangi instansi, sekolah atau kampus untuk memberikan edukasi bagaimana cara berkendara yang aman dan tertib berlalu lintas,"  kata Kanit Laka.

 

Penulis : ero
Editor   : wied