Buron Empat Bulan, Pemerkosa Gadis Disabilitas Dibekuk

66

Sutrimo,, tersangka tindak perkosaan terhadap gadis disabilitas di Jepara, akhirnya bisa ditangkap Satreskrim Polres Jepara. Sebelumnya, tersangka buron ke Kalimantan Timur sejak September 2018 lalu. Setelah ditangkap di Kalimantan Timur, tersangka tiba di Jepara, Kamis (10/1) kemarin. Foto : Budi Santoso. 2 Attachments

JEPARA- Setelah berbulan-bulan menjadi buronan Polres Jepara, Sutrimo (50) warga Desa Ngasem, Batealit, Jepara, akhirnya berhasil ditangkap. Tersangka kasus perkosaan atas seorang gadis disabilitas ini tertangkap di Paser, Kalimantan Timur,  8 Januari 2019. Sebelumnya tersangka buron sejak 24 September 2018, setelah melakukan tindak pidananya.

 

Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman menyatakan Tim Opsnal Satreskrim Polres Jepara dengan bantuan Satreskrim Polres Paser Polda Kalimantan Timur melakukan penangkapan terhadap pelaku, Selasa, 8 Januari 2019. Tersangka saat itu ditangkap di hutan sawit Daerah Kecamatan Kuaro Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur. Selanjutnya pelaku dibawa ke Polres Jepara pada Rabu (9/1) dan sampai di  Jepara pada  Kamis (10/1) kemarin. Pihaknya kemudian dilakukan pemeriksaan dan proses lebih lanjut.

 

Tersangka Sutrimo ditetapkan menjadi tersangka pada kasus perkosaan atas diri RF (25) seorang gadis disabilitas di Desa Ngasem. Kejadiannya berlangsung pada Selasa, 4 September 2018 lampau. Kejadian ini menggemparkan masyarakat setempat, karena tersangka merupakan tetangga dari korban. Selain itu, tersangka selama ini juga menjabat sebagai ketua RT setempat. Kasus ini dilaporkan oleh orang tua korban setelah melihat ada ketidakberesan pada anaknya.

 

“Sejak kejadian itu, tersangka melarikan diri. Kami setelah menerima laporan dan mempelajari kasusnya langsung menetapkan pelaku sebagai tersangka. Namun saat akan kami tahan tersangka malah melarikan diri,” ujar AKBP Arif Budiman, Jum’at (11/1).

 

Sementara itu Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Mukti Wibowo menyatakan tersangka diduga melanggar pasal 285 KUHPidana. Saat itu tersangka memanggil korban ke dalam rumahnya dan berpura-pura menasehati agar korban rajin menabung. Saat korban berada di dalam rumah, tersangka kemudian  melakukan perkosaan atas korban yang menderita cacat mental tersebut.

 

Saat terjadi pemerkosaan, korban sudah berusaha berontak tapi diancam oleh tersangka agar tidak teriak. Selain itu korban juha diancam untuk tidak menceritakan kejadian tersebut ke orang lain. Setelah kejadian, korban keluar dari rumah dan diketahui oleh beberapa saksi. Para saksi juga melihat celana korban ada bekas darah dan mencurigakan. Hal ini kemudian disampaikan kepada orang tua korban.

 

“Kami kemudian menindaklanjuti kasus ini, dengan meminta keterangan dari sejumlah pihak dan korban. Sampai akhirnya tersangka buron ke Kalimantan, dan baru kemarin berhasil kami tangkap,” ujar AKP Mukti Wibowo.

Penulis : budi erje
Editor   : omr