Ratusan Warga Gotong Royong Buat Tanggul

23

Warga masyarakat dan BPBD, PMI dan lainnya bergotongroyong meninggikan tanggul Sungai Comal di Desa Mojo dengan menggunakan karung. Foto : Probo Wirasto.

PEMALANG - Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir kiriman akibat meluapnya Sungai Comal, ratusan warga Desa Mojo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan PMI dan berbagai unsur masyarakat lainnya bergotong royong membuat tanggul. Dengan menggunakan karung yang kemudian diisi tanah, titik-titik rawan mereka perkuat secara darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Pemalang, H Wismo, Jumat (11/1) yang secara langsung ikut dalam kegiatan tersebut menyatakan ada sejumlah titik yang akan diperkuat masyarakat dengan meninggikan tanggul yang ada. Titik-titik tersebut antara lain di Dukuh Karangsembung Desa Mojo , serta Dukuh Kepatihan Pesantren Mojo.

"Untuk Desa Mojo ada sekitar 3000 karung yang dipersiapkan untuk peninggian tanggul, sedangkan masyarakat yang turun berpartisipasi jumlahnya mencapai ratusan orang," jelasnya.

Rawan

Menurut Wismo Dukuh Karangsembung memang merupakan salah satu daerah yang rawan mengalami banjir jika Sungai Comal, kondisi ini kadang-kadang diperparah dengan bersamaan terjadi pasang air laut atau rob, sehingga air biasanya ke pemukiman warga dari tanggul-tanggul yang jebol.

Sementara Sarno (45) salah seorang warga Desa Mojo, menyatakan masyarakat memang saat ini memang cukup khawatir, karena bisa terjadi meski di wilayah bawah kondisinya tidak hujan akan tetapi jika diatas hujan dengan lebatnya maka tidak menutup kemungkinan bisa terjadi kiriman banjir. Dan ini menjadi rawan apabila air datang pada saat malam hari, disaat banyak orang terlelap tidur. Keadaan ini bahkan pernah beberapa kali terjadi. "Dengan peninggian tanggul paling tidak bisa mengurangi kemungkinan terjadinya banjir secara dini, selain tentunya masyarakat harus sendiri harus tanggap,"tukasnya.

 

 

Penulis : pw
Editor   : wied