Janji akan Menikahi, Nyatanya Cuma Kuras Harta Perempuan Korbannya

43

Tersangka dugaan penipuan Rizky Aryadiputra (29), warga Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang diperiksa polisi, kemarin. Foto: Hadi Waluyo.

KAJEN - Dengan modus akan menikahi seorang perempuan, Rizky Aryadiputra (29), warga Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Karawaci, Kota Tanggerang, diduga menguras harta milik seorang perempuan di Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan berinisial In (28). Akibat ditipu pelaku, korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Kasubag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom, kemarin, menerangkan, pada bulan Oktober 2018, pelaku meminta berkenalan dengan korban melalui aplikasi messenger. Korban pun menerima perkenalan tersebut, sehingga keduanya sering berkomunikasi melalui handphone. Dalam perkembangannya, pelaku mengutarakan niatnya untuk menjalin hubungan yang serius dengan korban. "Korban percaya dengan pelaku, karena pelaku mengaku tidak mencari pacar namun mencari istri," terang Akrom.

Pada awal November 2018, tersangka menelepon korban dan keduanya akhirnya bertemu. Dalam pertemuan tersebut, pelaku kembali meyakinkan korban jika ayahnya dalam kondisi sakit dan kritis, sehingga memintanya untuk segera menikah. Untuk itu, tersangka meyakinkan korban jika dirinya serius ingin memperistrinya, namun ia saat itu mengaku hanya memiliki uang Rp 10 juta.

"Korban merasa percaya sebab tersangka menunjukan foto uang senilai Rp 10 juta, dan menjanjikan pihak keluarganya akan datang ke rumah korban untuk membahas rencana pernikahan," ujar Akrom.

Selanjutnya, dalam perjalanan ke Solo, korban singgah di salah satu toko emas di Pemalang untuk menjual perhiasan berupa gelang dan kalung senilai Rp 5 juta. Di Solo, uang itu diminta oleh tersangka dengan dalih akan diserahkan kepada ibunya, agar ibunya nanti bisa menambahi uang untuk biaya pernikahan. Namun ternyata uang tersebut dipergunakan oleh tersangka untuk keperluan sendiri dan tanpa seizin maupun sepengetahuan korban.

Pelaku pun terus berupaya untuk menguras harta milik korbannya. Pada pertengahan November 2018, tersangka main ke rumah korban untuk meminjam sepeda motor milik korban, dengan alasan akan pergi ke rumah temannya di Purwokerto. Namun, motor itu tidak segera dikembalikan dengan berbagai macam alasan. Meski sudah ditipu, korban tetap percaya dengan pelaku. Hingga pada Desember 2018, tersangka kembali ke rumah korban untuk meminjam hp milik korban, karena hp milik tersangka digadaikan. Jika sudah dibayar, tersangka mengaku akan mengembalikan hp milik korban. Namun janji itu pun tak pernah ditepati oleh pelaku.

Tersangka sendiri berhasil ditangkap polisi berkat laporan salah seorang warga yang lapor ke Mapolsek Sragi. Warga ini meminta bantuan untuk melakukan pengejaran terhadap tersangka yang tengah berada di Kabupaten Pekalongan. Anggota Polsek Sragi berkoordinasi dengan petugas Satuan Lalu Lintas di Pos Pait untuk menghentikan mobil Brio warna putih yang akan masuk ke jalur Pantura. Tersangka lantas digelandang ke mapolsek untuk penyelidikan lebih lanjut.

 

Penulis : haw
Editor   : wied