SEMARANG-Diduga mengalami rem blong, bus Prima Santosa N 7735 UT yang membawa rombongan peziarah dari Pasuruan terlibat kecelakaan karambol di jalan Sultan Agung, atau tepatnya di pertigaan pintu masuk Akpol, Rabu (13/9) pukul 07.45 WIB. Kejadian tersebut mengakibatkan dua pengendara motor tewas dan sebuah mobil sebuah mobil ringsek.
Dua korban tewas adalah avid Vidi Noor Jandhy (33) warga kompleks Akpol, pengendara Honda Beat H 3601 AWG dan Eko Susilo (34) warga Lempongsari RT 4 RW 3, Gajahmungkur, pengendara Yamaha Vixion H 6136 BCG.
Menurut keterangan saksi kernet bus Sony (34), bus yang mengangkut 18 penumpang tersebut rencananya akan menuju Pekalongan. Namun tak diduga sesampai turunan persimpangan Jalan Semeru bus sudah hilang kendali.
"Saya langsung lompat dari bus dan teriak pada pengendara lain. Tapi bus sudah terlihat menabrak beberapa motor dan mobil," kata Sony saat ditemui di lokasi, Rabu (13/9).
Bus yang dikemudikan M Sufar itu terus melaju tak terkendali. "Saat itu yang saya tahu bus menghantam sepeda motor Honda Beat dan menghantam lagi sepeda motor Yamaha Vixion hingga terakhir menabrak Kijang Innova yang melaju dari jalan Semeru," terangnya.
Sementara saksi lain Budi Arista Romadhoni, seorang pemotor asal Ungaran pun mengaku nyaris menjadi korban saat melintasi di lokasi kejadian pada waktu bersamaan. Kebetulan waktu kejadian, dia berboncengan dengan istri hendak ke Gajahmungkur.
"Hampir saja saya kehilangan nyawa, karena jarak bus yang rem blong dengan kendaraan saya sangat dekat. Kebetulan waktu kejadian, saya boncengan dengan istri hendak ke Gajahmungkur, dan berhenti di barisan depan traffic light ," kata Budi.
Sebelum bus hilang kendali, dirinya sempat mendengar suara letusan keras dari kejauhan. Ia sempat mengira letusan itu bersumber dari mercon. Setibanya bus di pertigaan traffic light Jalan Semeru, ia melihat seorang pengendara Beat nopol H 3601 AWG melaju dari arah berlawanan. Tabrakan tak terelakkan lantaran bus banting setir ke kanan kemudian menghantam pengemudi Honda Vixion.
"Banyak ibu-ibu yang naik motor di belakang saya menjerit histeris. Saya dengar sendiri ada suara benturan keras sampai roda bus berhenti," ungkap Budi.
Kanit Laka Lantas Polrestabes Semarang AKP Sugito mengatakan belum mengetahui penyebab kejadian kecelakaan karambol yang menyebabkan dua orang tewas masih dalam penyelidikan petugas laka.
"Kami masih mencari keterangan saksi lain termasuk sopir M Sufar. Untuk sopir sudah kita amankan untuk keterangan lebih lanjut. Dugaannya, kelalaian pengemudi," kata Sugito.
Sugito menjelaskan menurut keterangan saksi bus yang sudah hilang kendali tersebut rencana akan mengangkut peziarah ke Pekalongan dalam keadaan sudah keadaan rem blong. "Sopir burusaha melihat ada banyak mobil berhenti di lampu merah pertigaan Semeru, bus diarahkan ke kanan atau ke arah yang berlawanan, saat itulah, bus menghantam sepeda motor Honda Beat dan menghantam lagi sepeda motor Yamaha Vixion," kata Kanit Laka Lantas, AKP Sugito di lokasi.
Akibat kecelakaan itu, Honda Beat yang tertabrak hancur dan terseret sejauh kurang lebih 100 meter. Kerusakan juga menimpa Yamaha VIxion H 6236 BCG serta Kijang Innova bernomor polisi H 8543 MY. Honda Beat terseret bus. Kemudian bus menghantam sisi kanan mobil Inova H 8543 MY yang melaju dari jalan Semeru. Hingga akhirnya bus yang masih menyeret motor itu menabrak parit. "Dua pengendara motor tewas di tempat dengan cidera berat, dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Kariadi," pungkas Sugito.
Penulis :
Editor :