Kepala Diknas Pemalang M Arifin berserta rombongan saat mengunjungi rumah korban siswi SMP yang menjadi korban pembunuhan untuk mengucapkan belasungkawa. Foto : Probo Wirasto.
PEMALANG - Kasus pembunuhan yang menimpa siswi SMPN 2 Bodeh menjadi keprihatian tersendiri bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang, terlebih lagi korban dibunuh saat hendak pulang ke rumahnya usai mengikuti kegiatan belajar mengajar sehingga masih menggunakan seragam. Tak hanya itu selama ini korban juga dikenal berprestasi.
Secara khusus bahkan Bupati Pemalang H Junaedi dan Kepala Dinas Pendidikan M Arifin, menyempatkan diri untuk mendatangi rumah korban di Desa Gunungbatu Kecamatan Bodeh untuk menyampaikan bela sungkawa pada pihak keluarga, serta ke sekolah untuk memberikan pengarahan, Rabu (13/9).
Menurut Kepala Diknas Pemalang, M Arifin, meskipun hal tersebut adalah musibah namun pihaknya sangat prihatin dengan kejadian yang dialami korban, apalagi ia baru saja sekolah. Untuk itu diminta pihak keluarga bersabar, apalagi pihak Kepolisian juga telah berhasil mengungkap kasusnya dan menangkap tersangka pelakunya.
"Dan karena biasanya murid di desa rumahnya jauh dari sekolah, dihimbau agar setiap pulang dan berangkat sekolah setidaknya bisa bersama-sama dengan yang lain dan tidak sendiri,"himbaunya.
Pandai
Sementara menurut guru sekolah SMPN 2 Bodeh, Sutarling dan Sutrisno, korban SN (15) siswi kelas IX A, selama ini dikenal sebagai pribadi yang baik dan ramah terhadap orang lain, bahkan prestasinya juga tidak pernah lepas dari ranking 10 besar di sekolahnya. Sehingga tidak mengherangkan baik rekan maupun guru-guru sangat kaget dan kehilangan dengan musibah yang dialaminya.
Memang sejumlah rekannya di kelas menuturkan keganjilan jika korban pada jam pelajaran ke 4 dan ke 5, terlihat beberapa kali becermin dengan menggunakan cermin yang ia bawa, padahal hal tersebut tidak pernah dilakukan sebelumnya. Selain itu biasanya korban setiap pulang sekolah selalu naik angkutan atau membonceng temannya, akan tetapi pada saat kejadian ia naik angkutan namun turun di tengah jalan dengan alasan mau lewat jalan pintas agar cepat sampai rumah. "Kita tidak tahu apakah itu firasat atau bukan," jelas mereka.
Seperti diketahui (SN) siswi kelas IX SMPN 2 Bodeh menjadi korban pembunuhan yang dilakukan tetangganya sendiri, korban dihadang saat pulang ke rumah dan dieksekusi di sebuah ladang jagung dengan dijerat lehernya menggunakan kerudung oleh tersangka MA (17) namun tidak diperkosa. Diduga motif pembunuhan karena tersangka senang pada korban namun bertepuk sebelah tangan.
Penulis : pw
Editor :