Simpang Tiga Pasar Sendiko-MT Haryono Rawan Kecelakaan


Simpang Jalan Wonodri Raya depan Pasar Peterongan sering semrawut dan bila malam rawan kecelakaan karena tidak ada lampu lalu-lintas. Foto: bgy

SEMARANG - Pedagang Pasar Peterongan mengeluhkan di Jalan Wonodri Raya dari Pasar Sendiko (Pasar Wonodri) ke arah Jalan Mt Haryono depan Pasar Peterongan, rawan kecelakaan, sehingga perlu dipasang rambu-rambu lalu lintas. "Selama ini, tidak ada rambu-rambu lalu lintas. Kendaraan dari arah Jalan Wonodri Raya yang akan menyebrang Jalan Mt Haryono, sering lengah untuk menyebrang jalan, sehingga sering  terjadi kecelakaan karena kendaraan dari arah selatan dengan kecepatan tinggi, meluncur," kata Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Sub Pasar Peterongan Mugiyono kepada Wawasan.co, Kamis (14/9).

Ia memastikan hampir setiap minggu ada saja korban kecelakaan karena kurang berhati-hatinya kendaraan dari arah Pasar Sendiko yang menyebrang di Jalan Mt Haryono (Jalan Mataram), tanpa tengok kanan, kiri.

Dikatakan, kecelakaan tersebut terjadi sering kali pada waktu malam hari. Para pedagang Pasar Peterongan sering menjumpai peristiwa kecelakaan di dean Pasar Peterongan tersebut, sehingga perlu dipasang rambu-rambu lalu-lintas agar pengendara berhati-hati dan memperhatikan lalu-lintas di Jalan Mataram.

"Kami ingin menyampaikan kepada Dinas Perdagangan Kota Semarang untuk melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Kota Semarang," tambahnya.

Selain rawan kecelakaan, pertigaan tersebut juga rawan kemacetan karena tidak ada lampu bangjonya. "Kalau pas ada 'pak Ogah' kemacetan dapat terurai. Tetapi, tak selama pak Ogah, ada di situ," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, aspirasi keluhan para pedagang Pasar Peterongan terhadap permohonan agar di depan Pasar Peterongan perlu dipasang rambu-rambu lalu lintas, kami perhatikan.

"Kami akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk dipasang rambu-rambu bangjo di Jalan Wonodri Raya ke arah Jalan Mt Haryono, tepatnya, di depan Pasar Peterongan tersebut," tambahnya.

Menurutnya, Jalan Wonodri Raya setiap pagi hari sering dimanfaat pedagang berjualan di pinggir jalan. "Kami akan menindaklanjuti keluhan para pedagang  Peterongan sehingga keamanan di jalan tersebut terjamin," tambahnya.

Menurut Fajar, tahun 2018 Pasar Sendiko (Pasar Wonodri) dibangun dengan dana Rp 30 miliar. Dinas Perdagangan  mengusulkan tahun depan Pasar Sendiko dibangun, dan para pedagang yang berada di pinggir Jalan Wonodri Raya tersebut, nantinya harus masuk ke dalam  pasar semua.

Sehingga diharapkan Jalan Wonodri Raya, tidak lagi ada pedagang yang berada di pinggir jalan dan jalan menjadi lebar. Apalagi, di pertigaan tersebut juga dipasang lampu lalu lintas.

 

Penulis : us
Editor   :