Pukul 18.00, PLTA Wonogiri Mulai Tak Beroperasi


Kondisi air Waduk Gajahmungkur Wonogiri terus menyusut sehingga mulai pukul 18.00 hari ini. Suplai air ke PLTA mulai dihentikan. Foto: Tulus PE

WONOGIRI - Lantaran tinggi muka air Waduk Gajahmungkur Wonogiri terus menurun, mulai Jumat (15/9) pukul 18.00 suplai air untuk memutar turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) mulai dihentikan. Padahal di saat normal, PLTA Wonogiri mampu memproduksi listrik sebesar 12 Mega Watt.

 ‘’Saat ini ketinggian muka air WGM tinggal 128,56 di atas permukaan laut. Dengan ketinggian segitu, daya dorong air untuk memutar turbin sudah melemah, sehingga sesuai standar operasional, harus ditutup sekalian,’’ kata Erwando Rahmadi, Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air (ASA) III, Perum Jasa Tirta (PJT) I Wilayah Sungai Bengawan Solo, melalui Hermawan Cahyo Nugroho Kepala Sub bid Divisi III/ I Perum Jasa Tirta (PJT) I Wilayah Sungai Bengawan Solo, ketika dihubungi Wawasan, Jumat (15/9).

Dengan penutupan suplai air melalui turbin, lanjutnya, bukan berarti sudah tidak ada pengeluaran air.

‘’Air tetap dialirkan melalui hollow jet valve, sebuah jalur  yang tidak melalui turbin. Untuk saat ini debit yang dikeluarkan sekitar 26 liter per detik, atau disesuaikan dengan kebutuhan petani. Jadi petani yang mendapat suplai iar melalui Dam Colo Timur dan Dam Colo barat, tidak perlu khawatir. Sedangkan penutupan suplai air untuk pertanian, baru akan dilakukan pada tanggal 1 Oktober seperti yang sudah terjadwal tiap tahun,’’ terang Hermawan.

Penulis :
Editor   : awl