Warga mengambil air di Sungai Laban Kecamatan Karanganyar, Purbalingga, Jumat (15/9). Sungai tersebut menjadi andalan warga untuk mengambil air selama musim kemarau datang. (Foto :Joko Santoso)
PURBALINGGA - Kekeringan kian parah. Warga di tiga desa, Karanganyar, Wanalaya, dan Banjarkerta, di kecamatan Karanganyar, Purbalingga, terpaksa mengandalkan sungai sebagai sumber air.
“Kami terpaksa ngangsu untuk mengambil air di sungai. Mau bagaimana lagi sumur sudah kering. Walaupun air sungai juga debitnya semakin kecil,” kata Tasimah (45), warga Desa Karanganyar, Jumat (15/9).
Sungai Laban yang berada di Kecamatan Karanganyar memang menjadi andalan warga mengambil air selama musim kemarau. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak bertahun-tahun. “Kami juga mencuci baju di sungai ini,” tambahnya.
Setiap sore nampak warga datang ke sungai tersebut sambil membawa jirigen dan ember. Mereka mengambil air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Selain mencuci, mereka butuh air untuk memasak dan minum. “Ini merupakan satu-satunya sumber air yang ada. Walau jaraknya jauh dari rumah, kami tetap mengambil air disini,’ tuturnya.
Ketika disinggung mengenai adanya pasokan air dari BPBD, dia malah tidak tahu menahu. Dalam kesempatan terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Satya Giri Podo mengatakan sedikitnya terdapat 12 kecamatan di Kabupaten Purbalingga yang masuk kategori darurat rawan kekeringan. Masing-masing yaitu Kecamatan Kejobong , Kaligondang, Karanganyar, Karangreja, Pengadegan, Bobotsari, Kertanegara, Karangmoncol, Kemangkon, Kutasari, Bojongsari dan Mrebet.
Bupati Tasdi menginstruksikan kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tanggap dengan bencana kekeringan yang melanda sebagian wilayah Purbalingga. Seluruh OPD dari tingkat desa, kecamatan sampai kabupaten harus merespon wilayah-wilayah mana yang terjadi kesulitan air untuk segera dilakukan droping air.
Bupati berharap musim kemarau yang hampir 3 bulan ini, jangan sampai masyarakat kekurangan air, khususnya untuk persediaan air bersih. Adanya kekurangan air kalau tidak segera diatasi menurut akan berdampak pada penurunan kualitas kesehatan masyarakat. “Selain untuk minum kebutuhan air bersih harus dicukupi untuk keperluan mandi, cuci dan kakus,” imbuhnya.
Penulis : Joko Santoso
Editor : awl