Mengubah Pola Pikir tentang Kesehatan

88

Camat Pagendongan (duduk paling kanan), saat mengecek kesehatannya di sela-sela acara pelayanan medis bagi masyarakat Jateng. Foto: Aman Ar

BANJARNEGARA- Kebiasaan masyarakat Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagendongan, Banjanegara, hanya memeriksakan kesehatannya bila sedang sakit saja, ditanggapi Ketua Yayasan Bina Insan Negeri (YBIN) dr Mada Gautama. Menurut dia, kebiasaan yang sudah terjadi lama itu, sebaiknya segera dihilangkan, demi meingkatkan kualitas kesehatan warga setempat.

Hal itu terungkap, ketika dilaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pelayana medis bagi masyarakat Jateng, yang digelar Djarum Foundation bekerja sama dengan YBIN, di Aula SD Negeri 1 Kebutuhjurang, Sabtu (2/2). Dalam kegiatan itu, sejumlah 900 pasien, ikut antre memeriksakan kesehatannya, dan ditangani sekitar 10 petugas dari Puskesmas Pagendongan.

''Selama ini informasi yang kami tahu, masyarakat di desa ini hanya memeriksakan kesehatannya, hanya ketika sakit saja. Sebenarnya pola pikir seperti ini yang kurang pas, karena dikhawatirkan sakit yang diderita pasien telanjur akut, hingga kesulitan untuk mengobatinya,'' ujar dr Mada, di sela-sela kegiatan pengobatan gratis ini.

Dia berharap, masyarakat harus secara rutin memeriksakan kesehatannya, meskipun dalam kondisi sehat sekalipun. Agar bila ada penyakit, bisa terdeteksi sejak dini.

Sedangkan kepala desa setempat, Sudjarwo menyatakan, pihaknya merasa terbantu dengan adanya kegiatan itu. Karena selama ini seperti dikatakannnya, tingkat kematian warga karena buruknya kesehatan sangat tinggi, akibat kesadaran akan kualitas hidup masih kurang.

''Dengan adanya kegiatan ini, kami merasa sangat senang, karena para tenaga kesehatan langsung turun ke masyarakat, agar mereka bisa langsung memeriksakan diri. Kami juga berharap, kegiatan ini bisa berkesinambungan, sehingga masyarakat bisa merasa terbantu,'' ungkap dia dalam keterangannya.

Sementara itu perwakilan Djarum Foundation, Arvi Oktaviendra mengungkapkan, kegiatan ini merupakan salah satu pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR), yang secara rutin dilaksanakan pihaknya. Dikatakan dia, selain kegiatan bakti sosial, pihaknya juga melaksanakan kegaiatan Bakti Pendidikan, Olahraga, Budaya dan Lingkungan.

''Dalam kegaiatn bakti Sosial ini, kami sudah melaksanakannya sejak 2013. dan pada 2018 lalu, kita sudah memberikan pelayanan medis kepada 52.500 pasien yang membutuhkan. Kita berharap, dalam kegiatan ini semua masyarakat bisa terlayani secara layak,'' terang dia.

Ditambahkan dia, pihaknya juga akan segera melaksanakan kegiatan operasi bibir sumbing dan langit-langit secara gratis, bagi masyarakat yang kurang mampu. ''Pelaksanaan operasi bibir sumbing ini, akan kami laksanakan di Kudus pada April mendatang,'' jelasnya. 

 

 

 

Penulis : aa
Editor   : edt