Cegah  Demam Berdarah dengan  Ikan Cupang

1.8K

Penggemar ikan Cupang yang tergabung dalam Braling Beta Community (BBC) membagikan ikan cupang kepada warga di Desa Majasari Kecamatan Bukateja. Ikan tersebut dibagikan sebagai upaya preventif pencegahan demam berdarah. (Foto :Joko Santoso)

 

 

PURBALINGGA-Komunitas Penggemar  Ikan Cupang  yang tergabung dalam Braling Beta Community (BBC) melakukan aksi sosial dengan membagikan ikan tersebut. Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi terhadap merebaknya wabah Demam Berdarah. “Pembagian ikan terutama kami lakukan kepada warga desa kami di Desa Majasari Kecamatan Bukateja,” kata Ketua BCC Rhone Yuliar Ahadi, kepada wartawan, Jumat (8/2)

Dia menyampaikan, ikan cupang  (Beta splendens) dibagikan kepada masyarakat secara cuma-cuma. Ikan tersebut untuk dipelihara di rumah, bertujuan mengurangi jentik nyamuk. Sehingga pada genangan-genangan air, tidak menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk.

 

"Kita bagi secara cuma-cuma, karena ikan cupang selain bisa dinikmati keindahannya, juga bisa memakan jentik nyamuk, harapannya masyarakat disini (Majasari, red) bisa terhindar dari penyakit DB, “terangnya.

 

Anggota komunitas ikan cupang, berkeliling ke rumah-rumah warga membagikan ikan. Sekaligus menjelaskan cara perawatan dan mensosialisasikan pencegahan demam berdarah. Ikan bisa ditaruh di bak mandi, fas bunga, sumur atau kolam di taman.

 

"Ikan cupang relatif mudah perawatannya, bisa ditaruh di bak mandi, fas bunga, atau kolam taman sekitar rumah. Selain itu, kami juga sedikit sosialisasikan tentang pencegahan persebaran DB, semoga saja bisa bermanfaat," lanjutnya.

 

Ketua RT 4 RW 2 Majasari, Sarjono, menyampaikan bahwa sejauh ini di wilayahnya belum ada yang terkena demam berdarah. Namun, adanya inisiatif dari BBC sangat bermanfaat. Tanpa ada perintah, anggota BBC secara sukarela membagikan ikan dan mensosialisasikan ke masyarakat.

 

"Selama ini belum ada laporan, masyarakat yang terkena DB, tapi adanya kegiatan ini saya sangat berterima kasih, setidaknya masyarakat bisa lebih waspada dan mau melakukan pencegahan," katanya.

 

Di wilayah RT 4 RW 2 menurut Sarjono, ada sekitar 60 kepala keluarga (KK). Sedangkan untuk kondisi wilayahnya, memang ada potensi untuk sarang nyamuk. Selain selokan-selokan kecil, masih cukup banyak juga kebun yang terdapat genangan.

 

"Disini k yang punya kolam, jadi ada selokan-selokan,  ada juga tempat-tempat pakan ayam dari kaleng dan sebagainya yang bisa menjadi tempat sarang nyamuk. Tapi alhamdullilah disini belum ada yang kena (DB, red) dan mudah-mudahan juga tidak ada," imbuhnya.(ST)

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : probow