250 Kenshi Gelar Latihan Bersama di Kota Magelang

361

Sebanyak 250 kenshi se- Jawa Tengah berkumpul di Kota Magelang selama dua hari untuk mengikuti latihan bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-53 Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi). Foto: Widiyas Cahyono

MAGELANG- Sebanyak 250 kenshi se- Jawa Tengah berkumpul di Kota Magelang selama dua hari untuk mengikuti latihan bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-53 Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi).

“Mereka berkumpul dan berlatih bersama di Kota Magelang ini salama dua hari Sabtu- Minggu (9-10/2),” kata Ketua Panitia , Kholid Abidin, di sela-sela acara tersebut Minggu (10/9).

Kholid Abidin mengatakan, selain sebagai dalam rangka HUT ke-53 Perkemi, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk pemantapan teknik untuk para yudansa kenshi sabuk hitam seluruh Jawa Tengah.

Menurutnya, kegiatan tersebut selain dilaksanakan di dalam ruangan  Gedung Wisma Sejahtera, juga digelar di luar ruangan. Yakni, lapangan Rindam IV/Magelang saat  berlansungnya kegiatan Car Free Day yang digelar setiap Minggu pagi.  “Di lapangan ini ditampilkan demonstrasi beladiri kempo yang bertujuan menunjukan kepada warga masyarakat bela diri kempo yang masih eksis,” ujarnya.

Selain itu, dengan dilakukan demonstrasi di lapangan terbuka, juga diharapkan masyarakat dapat  lebih mengenal dekat tentang bela diri kempo.  Selain itu, juga  bertujuan untuk  menjaring atlet-atlet atau anggota baru dari tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

Ia menambahkan, saat ini ada dua organisasi olahraha kempo, yakni Prokemi dan Perkemi.

Namun, dari dua organisasi tersebut  yang sudah resmi dan diakui oleh pemerintah adalah Perkemi. “Untuk itu, saat ini perlu  adanya pemantapan terhadap Perkemi Provinsi Jawa Tengah agar semua kenshi betul-betul tidak akan ke lain hati alias tetap kepada Perkemi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perkemi Jawa Tengah, H Roeswanton mengapresiasi langkah yang diambil oleh Perkemi Kota Magelang yang melaksanakan latihan bersama.

“Kegitan ini dinilainya dapat mempererat tali persaudaraan antara para pecinta Kempo di Jawa Tengah. Manfaatkan betul latihan bersama ini untuk meningkatkan kemampuana dan menambah ilmu baru. Sehingga, ketika kita pulang sudah membawa bekal yang bermanfaat," ujarnya.

 

 

 

Penulis : widias
Editor   : wied