Ayah Cabuli Anak Kandung Sampai Hamil

717

Tersangka ayah kandung yang tega mencabuli anak perempuannya hingga hamil, berkilah khilaf dan menyesal setelah mengetahui ancaman hukuman penjara hingga 15 tahin. Foto : sari jati

DEMAK- Malang tak dapat ditolak, untung pun tak bisa diraih. Kiranya ungkapan itu mewakili kehidupan E  (22), warga Kedungwaru Lor Karanganyar Demak, yang selama lima tahun tak dapat mengelak dari ancaman pencabulan ayah kandungnya.

Parahnya, kebobrokan moral orang tuanya itu baru terungkap saat tetangga korban curiga dengan perutnya yang mulai membuncit. Yang dipertegas hasil tes medis puskesmas, yang menyatakan positif hamil. Sementara perempuan lugu itu belum lagi bersuami.

Merasa malu dengan pergunjingan tetangga kiri-kanan, Ru (44), ibunda korban pun mendesak anak sulungnya itu mengaku. E yang semula takut dan bingung, akhirnya pasrah dan bersedia membuka aib yang selama ini ditutup demi keselamatan diri dan anak hasil hubungan gelap mantan pacarnya.

Bahwa pelaku pencabulan yang selama ini menimpa dirinya adalah Hasan Ngatono (51), yang tak lain adalah ayah kandungnya. Perbuatan terlarang itu telah dialami selama lima tahun, tak lama setelah dirinya melahirkan anak mantan pacar, yang tragisnya menolak pula menikahinya.

Kapolres Demak AKBP Arief Bachtiar saat gelar kasus menyampaikan, keprihatinan yang sangat dalam. Orang tua yang mestinya memberikan perlindungan, justru menghancurkan masa depan buah hatinya."Kepada ibundanya korban mengaku telah dipaksa melayani ayahnya sejak 2013. Saat korban berusia 17 tahun. Dengan ancaman aniaya, baik kepada dirinya maupun anak hasil hubungan terlarang dengan sang kekasih," kata kapolres, didampingi Kasat Reakrim AKP Aris Munandar dan Kasubbag Humas Iptu Wigunadi, Senin (11/2).

Perbuatan tak senonoh itu dilakukan hampir seminggu sekali, pada saat istri pelaku kerja. Atau pada dini hari saat semua penghuni rumah terlelap. "Atas perbuatannya pelaku akan dikenai pasal 81 ayat (1) subsidair pasal 82 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman penjara minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun, serta denda paling banyak Rp 300 juta dan paling sesikit Rp 200 juta," tandas kapolres.

 

 

Penulis : ssj
Editor   : wied