Kades dan Perangkat Demo Tolak Premanisme

707

Kades dan perangkat desa yang tergabung dalam Forum Kepala Desa dan Perangkat Desa (FKPD) menggelar aksi demo menolaj premanisme, di alun-alun Banjarnegara, Senin (11/2). (Foto :Joko Santoso)

BANJARNEGARA – Sekitar 10 ribu orang menggelar aksi menyampaikan aspirasi menolak premanisme, berita hoaks dan menangkal isu SARA di alun-alun Banjarnegara, Senin (11/2). Massa tersebut terdiri atas kepala desa, perangkat desa yang tergabung dalam Forum Kepala Desa dan Perangkat Desa (FKPD), linmas dan warga dari 266 desa di kabupaten  Banjarnegara.

Koordinator aksi, Heri Setyo Pranandi mengatakan aksi damai ini untuk menyuarakan aspirasi perangkat desa dalam menolak premanisme, berita hoaks dan menangkal isu SARA.“Sebagai ujung tombak pemerintahan, kepala desa dan perangkat desa siap bersatu melawan premanisme,” katanya.

Menurutnya, akhir-akhir ini desa sering dibuat resah oleh oknum yang mengatasnamakan sebuah LSM. Saat ini Pemerintah desa sedang giat-giatnya membangun. Namun sering ada oknum yang mengatasnamakan LSM tertentu kerap datang, meminta audiensi, data-data dan lain-lain yang merepotkan perangkat desa.

Sementara itu ketua FKPD Banjarnegara Rendra Sabita Noris, SH, M. Kn dalam orasinya menyatakan, yang diperangi adalah aksi premanismenya, bukan LSM nya. Menurutnya, pemerintah desa terbuka untuk kritik dan pengawasan, asal sesuai prosedur dan aturan yang ada. Namun yang sering terjadi, oknum LSM tersebut ujung-ujungnya hanya bertujuan mencari-cari kesalahan, jadi sudah meresahkan. “Yang kita perangi adalah premanismenya, bukan LSM nya. Kami perangkat desa seluruh kabupaten Banjarnegara siap bersatu untuk menghadapinya,” tegasnya.

Sementara itu bupati Banjarnegara Budhi Sarwono yang hadir dalam aksi tersebut menegaskan mendukung sepenuhnya aksi yang digalang oleh FKPD tersebut. Ia juga telah menerbitkan edaran untuk memberikan perlindungan kepada para kades guna mengantisipasi pihak-pihak yang ingin mengusik jalannya kegiatan pemerintahan dan pembangunan.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : probow