Kader Posyandu Harus Proaktif Dampingi Ibu Hamil

322

Posyandu dan Dukun Bayi di Kecamatan Larangan dan Songgom, Selasa (12/2). Foto. Eko Saputro

BREBES –  Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengajak kepada para kader posyandu lebih maksimal dan pro aktif dalam melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap ibu hamil. Ajakan tersebut,  sebagai wujud keprihatinan bupati terhadap kasus kematian ibu hamil dan melahirkan di Kabupaten Brebes tahun 2019, di mana hingga bulan Februari tercatat sudah ada tiga orang yang meninggal dunia.

“Selama ini, kader Posyandu menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak. Untuk itu, mari kita maksimalkan dan pro aktif lakukan pendampingan ibu hamil,” ajak bupati saat Sosialisasi Program Kesehatan kepada Kader Posyandu dan Dukun Bayi di Kecamatan Larangan dan Songgom, Selasa (12/2).

Bupati berharap pula agar jumlah kematian ibu hamil dan melahirkan di Kabupaten Brebes tidak bertambah. Oleh karena itu, peran serta semua komponen masyarakat untuk melakukan pendampingan bersama-sama. Antara lain, peran pemerintah melalui tenaga kesehatan yang dimiliki, keluarga, hingga kader posyandu dan dukun bayi.

Di kecamatan, lanjut bupati Idza, bulan ini ada 1200 ibu hamil. Itu berarti setiap kader harus mendampingi dua orang ibu hamil. Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Julining Pirula Dewi mengaku kasus kematian ibu hamil dan anak baru lahir serta pencegahan stunting masih memerlukan perhatian sangat serius.

“Kordinasi lintas sektor, terutama kepada stakeholders harus terlibat dan bersinggungan langsung dengan ketiga permasalahan tersebut. kader posyandu dan dukun bayi sengaja dikumpulkan untuk diberikan sosialisasi tentang program Brebes kawal wong meteng dan pencegahan stunting,” jelas Dewi.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, diantaranya Sekretaris DP3KB Hj Farikha, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Brebes Ny Sri Legiastuti Narjo, Camat serta Muspika Kecamatan Larangan dan Songgom. Ero

 

Penulis : ero
Editor   : wied