Investor Harus Beri Solusi Problem  Pengangguran Pria

395

Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) meninjau produksi di  PT Herba Emas Wahidatama (HEW) di Jl Gerilya, Kelurahan Kalikabong, Kecamatan Kalimanah, Selasa (12/2). Investor yang masuk diminta memberikan solusi problem pengangguran pria. (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA- Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiei) meminta agar  investor  yang masuk ke Purbalingga bisa member solusi  problem pengangguran ‘Pamong Praja’. Hal itu disampaikan  saat turut meresmikan PT Herba Emas Wahidatama (HEW) di Jl Gerilya, Kelurahan Kalikabong, Kecamatan Kalimanah, Selasa (12/2).

‘Pamong Praja’ merupakan istilah plesetan lokal untuk menyebut ‘Papa Momong Mama Kerja’ atau trend pengangguran Kabupaten Purbalingga yang cenderung didominasi kaum pria, ketimbang wanita. PTiwi mengapresiasi PT HEW karena telah banyak merekrut tenaga kerja laki-laki di perusahaan tersebut.

“Pengangguran di Purbalingga memang unik karena didominasi kaum laki-laki. Ini memang umumnya perusahaan-perusahaan di sini lebih banyak mempekerjakan (membutuhkan) tenaga kerja wanita,” katanya.

Problem tersebut selama ini menjadi pekerjaan rumah bersama, agar bagaimana di dunia usaha bisa memberikan fasilitasi kesempatan bekerja lapangan pekerjaan bagi para pengangguran pria. Karena pengangguran seringkali beriringan dengan kemiskinan, sedang saat ini kemiskinan Purbalingga masih menduduki lima  besar di Jawa Tengah.

Tiwi menyapaikan terimakasih kepada PT HEW yang telah memilih dan menunjuk Kabupaten Purbalingga sebagai tujuan berinvestasi di sektor industri. “Kami atas nama pemerintah menyampaikan selamat dan sukses kepada PT HEW, dimana pendirinya ini merupakan pengusaha lokal yang ingin mendharmabhaktikan untuk memberikan kemaslahatan bagi umat, kesempatan bekerja dan ikut kontribusi mengurangi jumlah pengangguran dan kemiskinan,” katanya.

Sebelumnya, perusahaan herbal ini merupakan produksi rumahan mempekerjakan 10 orang. Seiring waktu sekarang sudah memiliki gedung yang sangat representatif, sistem menejemen, alat canggih dan pabrik yang memenuhi standar internasional. Sumber Daya Manusia (SDM) di PT HEW juga dituntut memiliki karakter religius (Islam).

“Saya juga apresiasi karena tidak hanya buka lapangan kerja. Pabrik ini menanamkan karakter religius, dimana sebelum berproduksi karyawan harus wudhu, tiap ruangan diiringi suara murottal Al-Quran, Sholat Dhuha, serta sholat fardhu berjamaah ini sesuai dengan visi misi Purbalingga, yaitu untuk mewujudkan masyarakat yang berakhlakul karimah,” katanya.

Sementara itu Direktur PT HEW, H Rofik Hananto SE mengatakan perusahan ini awal berdiri tahun 2012. Saat ini perusahaan telah berkembang menjadi industri produksi masal, di lahan seluas 3000 m2, dengan 3 lantai. PT HEW menyediakan produk khsusunya bagi PT Halal Network Internasional (HNI) yang memenuhi 4 standar, halal, berkualitas, memnuhi kuantitas produk yang dibutuhkan serta mendapatkan sertifikasi Good Corporate Governance. “Kami juga telah mendapatkan beberapa sertifikasi. Mulai dari Good Manufacturing Practice (GMP), ISO 9001 2015, Sistem Jaminan Halal (SJH), serta Sertifikat Khusus dari BPOM terkait izin edar,” imbuhnya.

 

 

 

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : wied