Jepang Butuh 450 Ribu Perawat untuk Lansia; Siapkah Kita?

287

Rektor Universitas Muhammadiyah (UMS) Surakarta Dr Sofyan Anif MSi dan Direktur Cooperative  FUKU Kowada Ikuno tengah menunjukkan Piagam Kerja sama dan Launching Program Magang Kerja di Jepang dalam acara yang berlangsung di Rektorat UMS Surakarta, Selasa (12/2) (Bagus Adji W)

SOLO- Jepang membutuhkan sekitar 450 ribu perawat guna merawat manusia lanjut usia . Kebutuhan tenaga keperawatan bagi lanjut usia yang demikian besar erat kaitannya dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup orang Jepang yang telah mencapai 80 tahun ke atas. Di sisi lain jumlah tenaga kerja muda di Jepang semakin berkurang dari waktu ke waktu.

Demikian dikemukakan Rektor Universitas Muhammadiyah (UMS) Surakarta Dr Sofyan Anif MSi dan Direktur Cooperative  FUKU Kowada Ikuno dalam sambutannya pada penandatanganan MoU dan launching program Magang Keperawatan di Jepang. Acara yang dihadiri puluhan peserta magang keperawatan untuk lansia dan undangan terkait, berlangsung di  Rektorat Kampus UMS Surakarta , Selasa (12/2).

Rektor UMS Dr Anif Sofyan MSi dalam sambutannya mengemukakan Fuku Kyodou Kumiai menginginkan UMS mengirimkan 400 ribu hingga 500 ribu perawat untuk lansia  ke Jepang. Untuk memenuhinya, UMS akan bekerjasama dengan seluruh perguruan tinggi di lingkungan Muhammadiyah maupun non Muhammadiyah. Para lansia di Jepang menghendaki tenaga keperawatan dari Indonesia karena menilai orangnya baik dan ramah. Dengan telah adanya kerjasama yang dirajut, UMS utamanya dan juga perguruan tinggi lainnya diharapklan bisa mengembangkan jaringan kerja sama lebih luas lagi.

Pengiriman tenaga kesehatan ke FUKU ini resmi. Karena pihak swasta di Jepang yang menjadi partner pemerintah, banyak membangun rumah sakit khusus lansia. Dilihat dari human develompment indek salah satunya dari paramerter kesehatan, maka orang Jepang jauh lebih sehat dari    orang Indonesia.

Terbukti usia harapan hidup orang Jepang itu sudah melampaui diatas angka 80  tahun. Angka disebut terakhior jauh lebih tinggi dibandingkan usia harapan hidup orang Indonesia yang rata masih diangka 70 tahun lebih sedikit, terangnya.

Masih dalam kesempatan sama Direktur Cooperative  FUKU Kowada Ikuno dalam sambutannya  menyatakan, orang Jepang  sekarang banyak di antaranya masuk katagori lansia. Usia mereka rata rata antara 80 - 100  dan kondisinya  sehat. Hal demikian inilah banyak pasien di rumah sakit yang masuk katagori lansia.

Sebaliknya jumlah  orang berusia muda di Jepang semakin berkurang dari waktu ke waktu    sehingga memunculkan  keadaan kekurangan perawat lansia. Untuk itu pihaknya berharap bantuan tenaga kerja di In don esia besedia bekerja di Jepang sebagai perawat untuk lansia

Saat ini sudah ada orang Indonesia yang bekerja di Jepang sebagai perawat untuk  lansia. Pasien lansia di Jepang berharap  jumlah perawat Indonesia semakin bertambah. Mereka menilai orang Indonesia ramah dan baik hati serta cara kerjanya baik.

Untuk itu diharapkan banyak lulusan perguruan tinggi dari Indonesia datang ke Jepang  dan tidak hanya belajar keperawatan madya tetapi juga mempelajari budaya serta  cara kerja. Melalui cara ini diharapkan Indonesia bisa lebih baik dengan  sistem atau cara kerja di Jepang.

 

Penulis : baaw
Editor   : wied