CSR Diarahkan untuk 12 Desa Termiskin di Blora

466

Wagub Jateng H. Taj Yasin Maimoen, memberikan arahan dalam rakor membangun sinergi penanggulangan kemiskinan di Blora. Foto : Wahono

BLORA – Angka kemiskinan di Kabupaten Blora terus menurun. Dari 2014 sebesar  13,66 prosen, turun signifikan menjadi 11,90 persen (2018) dari jumlah penduduk 858.865 jiwa atau rata-rata nasional 9,82 persen dari

Capaian tersebut diapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemrpov) Jawa Tengah, seperti disampaikan Wakil Gubernur H. Taj Yasin Maimoen dalam rakor membangun sinergi penanggulangan kemiskinan, Selasa (12/2)

Menurut Taj Yasin, saat ini tingkat kemiskinan Kabupaten Blora masih berada di peringkat 23 dari 35 kabupaten/kota se-Jateng. Artinya, angka tersebut masih menempatkan Blora masuk zona merah, karena kemiskinannya lebih besar dari rata-rata Jateng 11,32 persen dan nasional 9,82 persen.

“Pemprov mengapresiasi kerja keras Pemkab Blora, karena angka warga miskin terus menurun,” beber H. Taj Yasin Maimoen di pendapa kabupaten Blora.

Wagub Jateng datang di Blora, selain untuk menjalin sinergitas, juga untuk merumuskan bersama langkah yang tepat untuk penanggulangan kemiskinan. “Kuncinya adalah data kemiskinan yang valid, harus memperbaharui data, karena tidak sesuai kondisi lapangan,” katanya.

Kondisi ekonomi masyarakat, tabah Gus Yasin, panggilan pemilier Taj Yasin Maimoen, terus mengalami perkembangan, sehingga angka kemiskinan juga terus berubah.

Rehab Rumah

Selain itu, Gus Yasin meminta dalam satu tahun minimal dilakukan empat kali pendataan kemiskinan, dengan dukungan seluruh kepala desa. Sebagai wujud keterbukaan, Taj Yasin minta camat dan kades mengumumkan daftar keluarga miskin penerima bantuan pemerintah dengan cara menempelnya di kantor desa. “Jangan hanya di kantor desa, namun sampai RT-nya,” pesan Wagub Jateng.

Wagub berjanji akan mengarahkan corporate social responsibility (CSR) perusahaan di Jateng untuk program penanggulangan kemiskinan di Blora.

Bupati H. Djoko Nugroho, menyambut baik dan membeber Pemkab Blora tahun ini juga akan melakukan pendataan ulang tentang (data) kemiskinan.

Selain memperbaiki data kemiskinan, Bupati juga menyampaikan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Blora akan difokuskan pada 12 desa termiskin yang telah didata, dan tersebar di beberapa kecamatan. “Terima kasih, tahun ini Pemprov Jateng memberikan bantuan bedah rumah tidak layak huni (RTLH) sampai 800 unit,” katanya.

Bantuan RTLH, lanjutnya, akan difokuskan untuk 12 desa termiskin, dan bukan dibagi rata ke seluruh desa. Harapannya ada perubahan yang bisa dilihat dari kedua belas desa tersebut.

Dua belas desa termiskin itu, Desa Sidomulyo, Ketileng, Sumber, Mendenrejo, Getas, Pilang, Ngumbul, Kedungwungu, Botoreco, Gabusan, Bangkleyan dan Wado.

Rakor dihadiri jajaran Forkopimda, Kepala OPD Pemprov Jateng terkait, OPD Kabupaten Blora, TP PKK, Camat dan seluruh kades

 

 

Penulis : wah
Editor   : wied