Terendam Banjir Rob, Kampus IAIN Pekalongan Direlokasi Bertahap ke Kajen

78

Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kementerian Agama RI Prof DR Arskal Salim BA, meresmikan Gedung SBSN Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pekalongan di Kampus Kajen, kemarin. Foto: Hadi Waluyo.

KAJEN - Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan di Jalan Kusuma Bangsa, Panjang Baru, Kota Pekalongan, sering diterjang banjir rob. Oleh karena itu, kampus ini secara bertahap akan direlokasi ke kampus baru di Jalan Raya Kajen-Bojong, Desa Rowolaku, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kementerian Agama RI Prof DR Arskal Salim BA, usai acara peresmian Gedung SBSN Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pekalongan di Kampus Kajen, kemarin, mengatakan, pada tahun 2018 lalu dua gedung baru sudah dibangun dan digunakan sebagian mahasiswa untuk proses belajar. “Karena lokasi kampus yang lama sering dilanda banjir rob jadi tidak kondusif untuk digunakan untuk proses belajar mahasiswa,” katanya.

Dikatakan, setelah pembangunan dua gedung baru pada 2018 lalu, IAIN bersama Pemkab Pekalongan kembali akan membangun satu gedung. “Pemkab sangat mendukung adanya perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Pekalongan. Pemkab sudah menghibahkan tanah seluas 4,8 hektare yang rencannya akan dibangun satu lagi gedung baru dengan target penyeselesaian akhir 2019,” imbuhnya.

Pembangunan gedung baru tersebut, lanjut dia, sebagai langkah relokasi bertahap yang dilakukan oleh IAIN. “Relokasi akan dilakukan secara bertahap, target kami pada 2020 seluruh mahasiswa IAIN Pekalongan bisa melakukan proses belajar di kampus II yang ada di Desa Rowolaku,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, menyatakan akan terus mendorong adanya pembangunan perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan. Pasalnya, kata Asip, selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dengan adanya perguruan tinggi dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Pekalongan.

“Kami terus mendorong berdirinya perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan, dengan tujuan meingkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan dan Indonesia, dan IPM,” katanya.

Bupati mengungkapkan, APK perguruan tinggi di Indonesia mencapai 33 persen, sedangkan di Kabupaten Pekalongan masih jauh dibawah, di kisaran 20 persen. “Guna meningkatkan APK perguruan tinggi kami sudah bekerja sama dengan IAIN Pekalongan dan memberikan hibah tanah seluas 4,8 hektare. Kemudian untuk Universitas Diponegoro (Undip) juga sudah kami siapkan tanah seluas 40 hektar,” ujarnya.

Selain dua perguruan tinggi tersebut, Asip juga menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) agar segera membuka kampus di Kabupaten Pekalongan. “Kami ingin kerja cepat dalam waktu 2,5 tahun kedepan, kami targetkan perguruan tinggi bisa menjamur di Kabupaten Pekalongan,” terangnya.

Dikatakan, adanya perguruan tinggi juga menjadi katup perekonomian baru di Kabupaten Pekalongan. “Data dari BPS pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan yang semula 4,6 persen tumbuh menjadi 5,16, dan kini 5,32 persen di atas pertumbuhan perekonomian Provinsi Jateng dan nasional,” tuturnya.

Pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Pekalongan, lanjut dia, membuat angka kemiskinan mengalami penurunan secara signifikan. “Pada Juni 2016 angka kemiskinan mencapai 12,90 persen sekarang 10,6 persen di bawah angka kemiskinan Provinsi Jateng, sedangkan angka pengangguran terbuka kini mencapai 4,32 persen jauh dibawah Provinsi Jateng yang berkisar 5,6 persen,” ujar Asip.  

 

Penulis : haw
Editor   : wied