Tahun 2018, di Jateng Beredar Uang Palsu 8.512 lembar

87

Kepala Tim Pengelolaan Uang Rupiah BI Jateng Bambang Utomo,saat menunjukkan lembaran uang palsu yang diamankan Polres Temanggung. Foto: Widiyas Cahyono

 TEMANGGUNG- Bank Indonesia ( BI) Jawa Tengah mencatat  uang palsu yang beredar di masyarakat pada tahun 2018 mencapai 8.512 lembar. Sementara hingga  Februari 2019 sudah beredar sekita 1.000 an lembar.

“Dibandingkan dengan tahun 2017, peredaran uang palsu di Jawa Tengah di tahun 2018 mengalami penurunan 8 persen,” kata Kepala Tim Pengelolaan Uang Rupiah BI Jateng Bambang Utomo.
Bambang Utomo mengatakan, penurunan jumlah uang palsu tersebut salah satunya disebabkan, masyarakat sudah banyak mengetahui ciri –ciri uang palsu dan yang asli. Ia menambahkan, peredaran uang palsu di Jateng tergolong cukup rendah. Karena, dari satu juta lembar uang asli, hanya terdapat 12 lembar uang palsu yang beredar.

Terkait

Menurutnya, jumlah temuan uang palsu tersebut merupakan hasil temuan BI dengan cara mengolah hasil setoran dari perbankan atau laporan dari masyarakat. "Hitungan tersebut berdasarkan hasil olahan setoran perbankan. Belum termasuk barang bukti uang palsu yang ditangani kepolisian. Karena yang berasal dari kepolisian  harus menunggu keputusan pengadilan baru dilaporkan,” katanya.
Terkait , ditemukannya uang palsu  sebanyak 500 lembar senilai Rp 50 juta  yang diamankan Polres Temanggung, Bambang Utomo menyatakan, uang tersebut dinilai sangat jauh dari keasliannya. “ Dilihat dari ciri-ciri keaslian uang rupiah, sama ?sekali tidak tampak. Baik dari segi teknik cetaknya dan juga dari warnannya sama sekali tidak mirip,” kata Bambang.
Ia menambahkan,dari segi warna, uang yang asli tampak lebih cerah. Apabila diterawang ada tanda air, ada benang pengaman, serta rocto verso.
 Menurutnya, rocto verso  yang ada di uang asli, apabila dilihat dari dua arah berbeda. Dan, menjadi satu kesatuan yang akan membentuk logo Bank Indonesia. Selain itu, untuk teknik cetak  uang yang asli menggunakan teknik cetak intaglio. Yakni bila diraba pada bagian nominal uang akan terasa kasar.
Bambang Utomo menjelaskan, satu kejanggalan dari uang palsu ini  yang disita Polres Temanggung,  yakni nomor serinya banyak yang ganda. Sementara untuk uang asli, tidak ada nomor seri yang sama. “Sebenarnya cukup mudah masyarakat bisa mendeteksi keaslian uang dengan tiga cara, yakni diterawang, diraba, dan dilihat," katanya.

 

 

 

Penulis : widias
Editor   : wied