Jokowi Ajak Jaga Persaudaraan


SOLO_ Presiden Joko Widodo  menegaskan, Indonesia  adalah negara besar yang 17.000 pulau, 714 suku dan 1.100 lebih bahasa daerah . Indonesia memilik 516 kabupaten/ kota  dan 34 provinsi dengan jumlah penduduk mencapai 258 juta jiwa. 

“Ini sudah menjadi takdir Allah. Sudah menjadi hukum Allah. Inilah anugrah Allah yang diberikan kepada bangsa Indonesia. Saya ingin mengingatkan, marilah kita jaga persaudaraan. Ukhuwah Islamiyah kita marilah kita  jaga persaudaraan. Ukhuwah Wataniah kita marilah kita jaga persaudaraan. Ukhuwah Basariah kita marilah kita jaga persaudaraan. Sekali lagi negara kita adalah negara besar”, tandas  Presiden  Republik Indonesia Joko Widodo dalam amanatnya pada acara Silaturahim Nasional (Silatnas) Majlis Tafsir Al Quran (MTA) III. Acara bertema  “Merajut Kebhinekaan, Memperteguh NKRI, yang juga dihadiri  Ketua MPR-RI  Dr (HC) H Zulkifli Hasan, Gubernur Ganjar Pranowo di  Stadion Manahan Solo, Minggu (17/9).  

Presiden Joko Widodo,  pada acara yang dihadiri sekitar 100 ribu peserta juga menegaskan, Indonesia adalah negara besar yang harus dirawat bersama sama. Berbeda suku, agama tetapi kita  satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Para pemimpin dunia sedang melihat kita. Pemimpin negara berpenduduk muslim juga  melihat kita dan ingin belajar bagaimana kita merawat  kerukunan. Bagaimana kita mengelola keragaman dan kemajukan  serta  kebhinekaan kita.  Bagaimana kita bisa menunjukkan bahwa Islam di Indonesia adalah Islam yang rahmatan lil alamin .

Inilah yang kita ingin tunjukkan kepada dunia, supaya mereka tahu bahwa Indonesia adalah  negara besar  berpenduduk  258 juta . Sebagai negara besar dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia juga tak pernah berdiam diri  dari persoalan  yang dihadapi umat muslim di dunia. Karena kita memegang teguh amanat konstitusi  bahwa kita  wajib memelihara ketertiban dunia berdasarkan  kemerdekaan, perdamaian abadi  dan keadilan sosial. 

"Karena memang faktanya sampai saat ini Palestina juga belum merdeka. Suriah, Irak, Yaman, Libya masih dihantui perang  dan konfik serta Afganistan yang  belum sepenuhnya pulih. Untuk itu kita berkewajiban ikut berkontribusi memberikan solusi mewujudkan perdamaian dunia. Memberikan solusi demi kepentingan  umat Islam didunia," tandas Presiden Joko Widodo.

Pada kesempatan sebelumnya Pimpinan Pusat MTA  Ustadz Drs Ahmad Sukina dalam laporannya menyatakan  Yayasan Majlis Tafsir Al Quran (MTA) Surakarta adalah sebuah lembaga pendidikan  dakwah Islamiyah yang berdiri 19 September 1972 . MTA merupakan murni lembaga dakwah dan dalam kegiatannya tidak berpolitik praktis.

MTA juga bukanlah bawahan dari suatu partai politik dan tidak akan menjadi partai politik.  Yang dikembangkan MTA selain dakwah dan social adalah bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, jelasnya sembari menambahkan dalam Silatnas III juga dilakukan pengukuhan  64 cabang dan perwakilan. Dengan pengukuhan yang berlangsung maka MTA telah memiliki 604 cabang dan perwakilan yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Penulis : baaw
Editor   :