Muhaimin Iskandar: Ancaman Perpecahan Semakin Tinggi

88

Wakil Ketua MPR muhaimin Iskandar didampingi Ketua Fraksi MPR Jazilul Fawaid dalam diskusi Jejak Politik Santri Menyatukan Negeri yang diselenggarakan Islam Nusantara Center di Rumah Dinas Wakil Ketua MPR Widya Chandra IV/23 Jakarta Selatan

JAKARTA, WAWASANCO -  Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar mengingatkan untuk mewaspadai ancaman perpecahan.  Menurutnya di tahun politik ini ancaman perpecahan semakin meninggi.  Karenanya dia minta umat Islam untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Hal itu dikatakan Muhaimin dalam diskusi Jejak Politik Santri Menyatukan Negeri yang diselenggarakan Islam Nusantara Center di Rumah Dinas Wakil Ketua MPR Widya Chandra IV/23 Jakarta Selatan. ''Faktanya bahwa tahun politik ini ancaman perpecahan semakin tinggi. Hal ini dapat dilihat adanya persaingan berbasis agama menjadi nyata ,adu  keberagamaan, kesukuan juga muncul,'kata Muhaimin. 

Muhaimin yang juga Ketua Umum PKB ini mengatakan saat ini Islam Nusantata sedang giat mengkaji situasi itu agar mendapat jawaban bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini. ''Umat Islam mempunyai sejarah panjang dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, ''kata Muhaimim yang akrab disapa Cak Imin ini. 

Soal bagaimana sikap PKB menghadapi situasi itu,  Cak Imin mengatakan partai yang dipimpinnya tidak mau terjebak dalam perseturuan atau persaingan yang menggunakan tema-tema agama. ''Kita tak pernah masuk bahkan kita mengendorkan syaraf-syaraf ketegangan,  melalui penjelasan penjelasan yang lebih konkret tentang agama, sehingga agama itu justru menjadi rahmat dan bukan menjadi ancaman bahaya perpecahan,'' katanya. 

Selain itu,  partai yang dipimpinnya juga aka. Lebih terfokus pada program, program pada rencana 5 tahun kedepan, pada prestasi-prestasi. Kita ,fokus di situ saja, ''kata Cak Imin yang didampingi Ketua  Fraksi MPR Jazilul Fawaid. Menanggapi hasil survei indomatrik yang menyebutkan bahwa dua bulan jelang pilpres selisih elektabilitas pasangan Capres-Cawapres petahana Jokowi-Ma'ruf Amin hanya terpaut 3,93 persen dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Cak Imin mengatakan tidak masalah.  ''Hasil survei itu akan menjadi cambuk bagi kami yang mendukung pasangan capres Jokowi  untuk lebih kerja keras lagi. 

Namun Muhaimin Iskandar optimis mayoritas warga Jawa Timur dan Jawa Tengah akan menjatuhkan pilihannya pada pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dia memperkirakan 65 persen suara warga Jawa Tengah akan diberian kepada Jokowi. ''Untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur kita aman.  Hanya tinggal Jawa Barat, DKI dan Banten yang masih butuh perjuangan para caleg dan tim sukses untuk mendongkraknya lagi, ''kata Muhaimin Iskandar .

Cak Imin mengakui yang menjadi tantangan adalah pemilih pemula.  Menurutnya pemilih pemula terutama kaum milenial bisa dibilang tidak sepenuhnya memahami sejarah panjang perjuangan persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu, katanya,  mau tidak mau harus memberikan sosialisasi penjelasan tentang bagaimana dinamika demokrasi sejak sebelum kemerdekaan sampai kemerdekaan orde lama orde baru. ''Inilah pembelajaran yang harus dijadikan bahan agar kita belajar tidak mudah terpecah belah,''katanya.
 

Penulis : ak
Editor   : wied