Motor Petani Potensial Dicuri, Polisi Sosialisasi ke Sawah

88

Kapolsek Ngawen, AKP Joko Priyono (dua dari kanan), menyambangi petani Desa Rowo Bungkul, Kecamatan Ngawen, Blora, untuk memberi pesan cegah dini curanmor. Foto : Wahono

BLORA, wawasan.co – Polisi Blora turun ke sawah. Bukan buat tanam padi, tetapi untuk mengantisipasi kasus pencurian kendaraan bermotor, dengan cara memberikan penjelasan kepada para petani yang sedang bekerja di sawah. Hal ini mengingat, para petani biasa membawa motornya, dan memarkirkannya jauh dari pantauan mereka.

Kegiatan Polisi turun ke sawah, seperti dilakukan Polsek Ngawen, karena saat ini masyarakat banyak beraktivitas di sawahnya untuk memanen padinya. “Ini pas musim panen, kami ikut turun ke sawah untuk bertemu masyarakat,” jelas Kapolres Blora AKBP Antonius Anang melalui Kapolsek Ngawen AKP Joko Priyono. 

Di sawah, lanjutnya, selain memberi semangat,  Kapolsek Ngawen dan anggotanya nyambangi warga dengan menyampaikan pesan-pesan pencegahan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Menurutnya, ada beberapa laporan kasus curanmor di sawah, saat pemilik sibuk panen padi dan pencuri leluasa melarikan motor yang diparkir di pinggir jalan. “Saat panen padi seperti ini, kami melihat sepeda motor banyak diparkir jauh dari pemilik, sehingga rawan pencurian,” kata AKP Joko Priyono. 

Tambahan

Menyadari kerawanan tersebut, Kapolsek Ngawen dan anggotanya, kembali patroli turun ke sawah, mengajak ngobrol warga soal antisipasi curanmor, cegah aksi kriminal dan memberi pesan kemanan ketertban masyarakat (Kamtibmas).

Kepada para petani yang sedang panen padi disarankan agar mengunci dan mengamankan dengan baik sepeda motornya yang ditinggal agak jauh. “Agar aman, selain dikunci, kami juga pesan agar diberi kunci tambahan,” tandas Joko Priyono. 

Tidak hanya di Ngawen, pantauan di sejumlah lokasi, antara lain di desa-desa di Kecamatan Kunduran, Banjarejo, Randublatung, Kradenan, dan Jati, banyak warga desa yang menghabiskan waktu di sawah untuk memanen padi.

Sementara di pingir-pinggir jalan sekitar lokasi panen, banyak diparkir sepeda motor berbagai jenis, baik milik petani maupun pekerja pemotong padi (ngedhos).

Radi (52), petani di Desa Rowo Bungkul, Kecamatan Ngawen, mengaku sempat kaget saat melihat Polisi turun ke sawah menghampirinya. Namun setelah mendapat kejelasan turunnya polisi ke sawah-sawah, selain berterima kasih, Radi mulai faham, dan mengaku semakin berhati-hati terhadap curanmor serta pentingnya Kamtibmas.

 

 

Penulis : wah
Editor   : wied