KPU Jepara Terapkan Standar Pengawasan Sortir dan Pelipatan Surat Suara

73

Sejumlah pekerja mulai melakukan penyortiran terhadap surat suara yang sudah diterima KPU Jepara. Selain menyortir mereka juga harus menghitung, melipat dan mengepaknya. Kegiatan ini berlangsung Senin (18/2) di Gudang KPU Jepara. Foto : Budi Santoso.

JEPARA, wawasan.co–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara menerapkan standar pengawasan internal secara ketat saat proses sortir dan pelipatan surat suara pemilu 2019 yang dimulai, Senin(18/2). Tak hanya penyortiran terhadap kemungkinan surat suara yang rusak serta pelipatan, namun juga penghitungan sekaligus pengepakan.

Terhadap proses-proses ini, KPU telah menetapkan standard pengawasan dan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Hal itu dikemukakan ketua KPU Jepara Subchan Zuhri, Senin (18/2). Dijelaskan juga, KPU Jepara terkait hal ini juga sudah menggelar rapat koordinasi bersama seluruh komisoner KPU. Dalam rapay koordinasi itu juga hadir komisioner Bawaslu Jepara Kunjariyanto dan Kapolres Jepara, yang diwakili Kabag-Ops Kompol Parno.

“Dalam setiap langkah terkait pengelolaan logistic pemilu, termasuk surat suara ini, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Bawaslu yang punya ranah pengawasan, serta kepolisian terkait pengamanannya. Pergerakan apapun terkait logistic pemilu, kami akan  jaga sesuai dengan prosedur dan regulasi,” kata Subchan, Senin (18/2).

Pada 12 Februari lalu, surat suara untuk pemilihan presiden dan wakil presiden sebanyak 448 dus sudah diterima dan disimpan di Gudang KPU Jepara di Jl Yos Sudarso. Lalu pada Sabtu (16/2), juga telah diterima surat suara untuk pemilihan anggota DPR RI sebanyak 500 ribu lembar yang dikemas dalam 1.000 dus dan kini disimpan di gudangWonorejo.

Kebutuhan surat suara untuk tiap jenis pemilihan adalah 895.375 lembar. Jumlah tersebut sesuai jumlah daftar pemilihtetap (DPT) ditambah 2 persen dari DPT per tempat pemungutan suara (TPS). Dengan demikian, surat suara untuk pemilihan anggota DPR RI masih terdapat kekurangan sebanyak 395.375 lembar. “Tentu akan kami sampaikan kekuranganini (suratsuara) ke KPU RI untuk dapat dipenuhi,” tambahnya.

Sementara itu Sekretaris KPU Jepara, Da’faf Ali menjelaskan, standar pengawasan ketat diterapkan terhadap 15 pekerja yang mulai Senin (18/2) mulai melakukan proses menghitung, menyortir, melipat, dan mengepak surat suara. Banyak aturan yang diterapkan pihaknya terkait hal ini bagi para pekerja. Seperti tidak boleh merokok di saat bekerja, tak boleh membawa telepon, tas atau kantong plastic, juga makanan dan minuman.

Selain itu juga pekerja juga dijaga netralitasnya. KPU Jepara menempatkan empat oramh pengawas dari internal KPU untuk mengawasi 15 pekerja tersebut. Tujuannya agar seluruh proses pengelolaan logistik di gudang ini bisa berjalan sesuai prosedur. Surat suara yang rusak harus dipisahkan, dan ada mekanisme pelaporan yang harus dilakukan oleh para pekerja.  “Kami terapkan semua standart pengawasan sesuai dengan aturan dan regulasi yang ada. Semua diterapkan demi keamanan dan kelancaran proses ini, mengingat memang sangat krusial tahapan ini,” ujar Dafaf Ali, secara terpisah, Senin (18/2).

 

 

Penulis : budi erje
Editor   : wied