248 Peserta Magang ke Jepang Ikuti Seleksi Awal


Para calon peserta magang kerja di Jepang, usai mendapatkan pengarahan dari Kemenaker RI dan IM Japan, bersiap mengikuti tes seleksi materi pengetahuan umum dan matematika dasar. Foto : sari jati

DEMAK , wawasan.co- Sebanyak 248 peserta program nasional magang ke Jepang oleh Kementerian Tenaga Kerja RI mengikuti seleksi awal yang diagendakan empat hari di Demak. Materi seleksi dengan siatwm gugur itu meliputi pengetahuan umum dan matematika dasar, kesamaptaan, ketahanan fisik dan wawancara.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian Kabupaten Demak H Eko Pringgolaksito menjelaskan, seleksi nasional tahap awal di Demak tersebut, menindaklanjuti rekrutmen yang dibuka awal Januari 2019. Sebagaimana disyaratkan, magang di pabrikan di Negeri Sakura itu diperuntukkan umum dengan kualifikasi pria,  minimal SMA, usia antara 18-25 tahun.

"Karena program nasional, maka seleksi ditangani langsung oleh Kementerian Tenaga Kerja RI, bekerja sama International Man Power Development Organization Japan serta GP Ansor. Demak ditunjuk sebagai lokasi penyelenggaraan mewakili Jawa Tengah," ujarnya, didampingi Kasi Pelatihan dan Produktifitas Slamet Karyono, serta Sekretaris Panitia Seleksi Nasional Program Magang ke Jepang Mustofa, Senin (18/2).

Sebelum mengikuti tes pengetahuan umum dan matematika, calon peserta magang diberi pengarahan oleh Dirjen Bina Lattas Muhammad Saleh, serta perwakilan dari IM Jepang Agus Pramuji dan  Masanobu Komiya. Pengarahan mengenai situasi dan kondisi  kerja magang di Jepang, yang dijadwalkan selama tiga tahun dengan gaji antara Rp 14 juta – Rp 18 juta per bulan.

Setelah lolos seleksi awal, tahapan selanjutnya adalah mengikuti pelatihan daerah dengan materi bahasa dan budaya. Dilanjutkan tahapan berikutnya yakni pelatihan nasional yang mencakup general medical check up.

"Ada beberapa penyakit yang apabila di screening bisa membatalkan keberangkatan. Antara lain DM, jantung, meningitis, paru-paru serta tifus. Maka itu pada tahap awal juga diadakan premedical check up, dimaksudkan bila diketahui ada gejala penyakit kronis bisa dicegah," imbuh Slamet Karyono.

Meski masih berstatus magang untuk tenaga kerja formal tetap akan digaji sesuai standar. Bagusnya lagi, lanjut Eko Pringgolaksito, bagi yang lulus magang akan mendapatkan sertifikat khusus. "Hanya dengan menunjukkan sertifikat tersebut, para eks-naker magang bisa masuk ke perusahaan Jepang di Indonesia tanpa seleksi," ujarnya.

Di sisi lain, Bupati HM Natsir menyampaikan apresiasi atas program magang bekerja di Jepang. Sebab tak hanya memberikan pengalaman, namun juga melatih tenaga kerja Indonesia bekerja profesional sekaliber Jepang. "Semoga program nasional ini berkelanjutan, sehingga membantu pemerintah daerah mengurangi angka pengagguran dan kemiskinan," tandas bupati.

 

Penulis : ssj
Editor   : wied