Guru Pemalang Dikerahkan Bantu Pemilu

87

Sekretaris Daerah Pemalang, Budhi Rahardjo, memimpin rakor persiapan menghadapi pemilu 2019. Foto : Probo Wirasto.

PEMALANG, wawasan.co - Para guru baik negeri maupun swasta akan dikerahkan untuk membantu pelaksanaan pemilu 2019 mendatang, khususnya untuk menjadi anggota Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Langkah ini menurut Sekretaris Daerah, Budhi Rahardjo, akan dilakukan jika jumlah masyarakat yang menjadi KPPS masih belum memenuhi jumlahnya.

"Pendaftaraan KPPS sudah diumumkan, Bupati Pemalang sudah memerintahkan Sekda agar melibatkan semua aparat sipil negara, semua guru negeri maupun swasta untuk membantu terlaksananya Pemilu apabila dibutuhkan,"kata Sekda dalam rapat koordinasi Pemerintah Kabupaten, TNI, Polri dengan KPU Pemalang, Senin (18/2).

Bahkan termasuk dalam logistik pemilu, berdasarkan keterangan KPU menurut Sekda saat ini jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan sebelumnya sehingga dibutuhkan kerjasama dan gotong royong semua pihak, baik dalam penyimpanan, distribusi maupun pengamanannya. Sebab tidak menutup kemungkinan tidak bisa dilakukan hanya disatu tempat untuk menyimpannya.

5,5 Juta

Bahkan sejumlah kantor kecamatan seperti halnya Pemalang, Belik, Watukumpul dan lainnya diperkirakan tidak akan mampu menampung logistik yang akan digunakan untuk pemilu, sehingga mau tidak mau harus mencari tempat lain untuk menyimpang sebelum didistribusikan ke desa-desa ataupun ke TPS-TPS. Dan karena ini kerja negara maka semua harus membantu baik itu Camat, Danramil, Kapolsek maupun lainnya meskipun KPU yang merupakan lembaga negara penyelenggara pemilu.

Selain persoalan logistik kesulitan yang dihadapi lainnya adalah honor KPPS yang tidak mengalami kenaikan, berbeda dengan biaya pembuatan TPS yang justru ada penambahan. Termasuk juga petugas linmas yang tidak diberikan material pendukung seperti seragam dan lain-lain, namun khusus ini bisa ditangani Satpol PP dengan memberikan tanda khusus yang membedakan mereka dengan warga biasa.

Sementara Ketua KPU Pemalang, Mustaghfirin, dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa untuk pemilu mendatang memang diperlukan dukungan semua pihak karena dilakukan serentak, sehingga ada tingkat kesulitan yang dihadapi seperti jumlah suara yang membengkak menjadi 5,5 juta, tempat penyimpanan yang terpisah-pisah dan lain-lain.

 

 

Penulis : pw
Editor   : wied