1.341 Pemilih Purbalingga Tidak Nyoblos di TPS Asal

65

PURBALINGGA, WAWASANCO - Setidaknya 1.341 orang didata tidak akan melaksanakan hak pilih dalam Pemilu 2019  di tempat pemungutan suara (TPS) tempatnya terdaftar sebagai pemilih.  Hal itu dipastikan saat rapat pleno penetapan data pemilih tambahan (DPTb) Pemilu 2019 di aula Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga, Senin (18/2).

Ketua KPU Kabupaten Purbalingga, Eko Setiawan mengatakan, DPTb merupakan pemilih yang sudah sudah terdaftar di DPT tetapi dalam kondisi tertentu tidak bisa memilih di tempat ia terdaftar.  Sehingga pemilih menggunakan hak pilihnya di tempat lain. "Kondisi tertentu itu diatur oleh Peraturan KPU 37 tahun 2018 pasal 36. Yaitu karena menjalankan tugas, menjalani rawat inap RS, menjalankan rehabilitasi narkoba, menjadi tahan rutan/lapas,  tugas belajar, pindah domisili, terkena bencana, dan bekerja di luar domisilinya," terangnya.

Dia merinci, 1.341 pemilih yang tidak mencoblos di TPS asal atau keluar, terdiri atas 754 laki-laki dan 587 perempuan. Namun demikian, ada pula pemilih yang masuk sebanyak 958 orang terdiri 572 laki-laki dan 386 perempuan.  "Dari hasil demikian, DPT 752.211 ditambah pemilih masuk, kemudian dikurangi pemilih keluar, maka total DPT saat ini adalah 751.828 pemilih. Mereka yang masuk dalam DPTb itu harus mengurus formulir A5 di PPS, PPK atau KPU," katanya.

Eko menambahkan, data tersebut sifatnya masih dapat berubah hingga 30 hari sebelum 17 April 2019. Karena itu, pihaknya masih melakukan pemeliharaan data pemilih. Tidak hanya itu, KPU juga masih mendata pemilih yang belum masuk dalam DPT yang nantinya akan masuk dalam daftar pemilih khusus (DPK).

Sementara itu, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat (Humas) dan Hubungan Antarlembaga (Hubla), Misrad mengatakan, KPU diminta untuk menjelaskan kepada masyarakat dan parpol tentang DPTb tersebut. Baik itu  kriterianya, tata cara dan batas waktunya mengurus formulir A5. "Sehingga nanti tidak ada anggapan adanya mobilisasi yang terorganisasi yang dikhawatirkan oleh sejumlah parpol," ujarnya

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : wied