Penerapan Smart City di Purbalingga Terkendala SDM

80

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Purbalingga , Widiono memberikan sambutan dalam Rakor dan Sosialiasi Master Plan Smart City yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) bersama PT Kazee Digital Indonesia, di Graha Adiguna Operation Room, Selasa (19/2).(Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA, WAWASANCO-Penerapan Smart City di Kabupaten Purbalingga  mengalami sejumlah permasalahan.  Diantaranya permasalahan  sumberdaya manusia yang terjadi di hampir setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain itu juga permasalahan  infrastruktur dan teknologi informasi, serta potensi daerah yang belum dikelola dengan optimal.

Demikian kesimpulan dalam  Rakor dan Sosialiasi Master Plan Smart City yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) bersama PT Kazee Digital Indonesia, di Graha Adiguna Operation Room, Selasa (19/2).

Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi)  yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda , Widiono dalam sambutannya menyampaikan kendala tersebut harus dicari solusinya. Dalam mengembangkan Kabupaten Purbalingga di era sekarang perlu menyasar 6 dimensi Smart City, yaitu Smart Economy, Smart Living, Smart Mobility,  Smart Environment,  Smart Government dan Smart People.

Smart Economy dalam konteks pengembangan Kabupaten Purbalingga akan terwujud jika kebutuhan pokok masyarakat terjamin, peningkatan dan pemerataan ekonomi melalui perluasan lapangan kerja, investasi di pusat kegiatan industri dan pariwisata, serta pengelolaan sumber daya yang dimiliki,” katanya.

Sedangkan Smart Living memiliki tujuan untuk memberikan kenyamanan, keamanan dan kemudahan kepada warga untuk mendapatkan berbagai fasilitas layanan daerah. Seperti keamanan, pendidikan, kesehatan dan pengelolaan yang baik terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Smart Mobility, merupakan layanan yang memungkinkan agar warga memiliki kemudahan dalam melakukan pergerakan di daerah, kemudahan dalam bertransportasi dari satu titik ke titik yang lain. Tidak hanya untuk warga tapi juga untuk pendatang. Smart Environment, lingkungan yang layak huni, bebas dari polusi dan sesuai dengan rencana tata ruang dan penghematan energy.

Smart Goverment, layanan yang cepat dan akurat menjadi objek dari smart govenment.  Setiap layanan memiliki informasi yang jelas. Smart People, Jumlah yang memadai dalam mengelola kota dengan kemampuan yang baik dalam menangani permasalahan dan memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah,” paparnya.

Tujuan dari rapat kordinasi ini diantaranya memetakan kondisi eksisting implementasi Purbalingga menuju smart city, mengidentifikasi permasalahan, keunikan dan potensi yang dimiliki oleh Pemkab Purbalingga. Selain itu juga Road map dan model implementasi purbalingga smart city selama lima tahun kedepan.

Kepala Dinkominfo Purbalingga Drs Sridadi MSi menjelaskan sejak tahun 2017, Pemerintah Pusat mencanangkan gerakan 100 kabupaten/kota Smart City. “Tahun 2019 Purbalingga termasuk kabupaten yang diundang untuk mengikuti asesmen gerakan tersebut. Mudah-mudahan nanti Purbalingga bisa lolos,” imbuhnya.

Penulis : Joko Santoso , Aulia A. Muhammad
Editor   : edt