Kini Ada Samsat Online Paten di Sayung Demak

297

Kepala UPPD Kabupaten Demak Retno Pantja Indah Wijani didampingi Kanit Reg Ident Satlantas Iptu Margono dan Pj Jasa Raharja Samsat Demak Satria Widiatiaga, saat memotong tumpeng peresmian Samsat Online Paten dan menyerahkannya kepada Sekcam Sayung Gunadi. Foto : sari jati

DEMAK, WAWASANCO - Bagi warga Sayung dan sekitarnya, kini tak perlu mengurus perpanjangan STNK atau membayar pajak kendaraan bermotor ke Samsat Online Jateng di Demak Kota. Sebab mulai 19 Februari 2019, Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah  (UPPD) Kabupaten Demak menambah titik layanan, yakni Samsat Online Jateng Paten di Kecamatan Sayung.

Bahkan dalam rangka meningkatkan pelayanan dan semakin mendekatkan diri kepada masyarakat pula, ada  penambahan armada Samsat Keliling (Samkel). Sebagaimana dua Samkel terdahulu yang menyasar daerah-daerah ujung, armada Samkel terbaru tersebut juga dimaksudkan menjangkau sekitaran Gablok Karangawen, Merak Dempet, Bolo Demak Kota serta Desa/Kecamatan Wedung.

Di sela pelayanan pertama Samsat Online Jateng Paten di Sayung, Kasubbag TU UPPD Kabupaten Demak H Maryono menyampaikan, upaya meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor intensif dilakukan. Termasuk di  dalamnya menambah titik layanan, yang tak hanya dimaksudkan meningkatkan pelayanan, namun sekaligus semakin mendekatkan diri kepada masyarakat.

"Terlebih dengan prestasi yang diraih pada 2018, terkait capaian target perolehan pajak kendaraan bermotor hingga 100,08 persen dari besaran target  Rp 89.938.550.000, UPPD Demak menjadi terpacu meningkatkan kinerja," ujarnya, didampingi Kasi Pajak dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Samsat Demak Sukatmo.

Sehubungan itu pula, pada 2019 target,  pendapatan pajak kendaraan bermotor (PKB) maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk UPPD Kabupaten Demak meningkat. Yakni  Rp 107 miliar untuk PKB, atau naik sebesar Rp 17 miliar dari angka murni Rp 89 miliar. Serta Rp 121 miliar untuk BBNKB, dari semula Rp 105 miliar pada tahun sebelumnya.

Seiring semakin mudahnya pembayaran pajak kendaraan bermotor, masyarakat diimbau agar tidak terlambat atau menunggak pajak. Sebagaimana disampaikan Kanit Reg Ident Satlantas Polres Demak Iptu Margono, sanksi penghapusan dati daftar registrasi akan dikenakan bagi para pemilik kendaraan bermotor yang terlambat membayar pajak hingga lebih dari dua tahun.

"Maka itu segera lakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor anda sebelum tengat waktu, agar tidak menjadi motor 'bodong'. Sebab selain harga jualnya menjadi rendah, pengguna motor bodong juga  akan berurusan dengan penegak hukum," ujarnya.

Hal sama disampaikan Sekcam Sayung Gunadi, yang mengimbau jajaran perangkat desa di Kecamatan Sayung agar membantu sosialisasi keberadaan Samsat Online Paten Jateng di lobi pelayanan kantor Kecamatan Sayung. "Mangkane sakwise mbayar PBB P2, ojo lali mbayar pajak kendaraan bermotor. Soale yen wis  nunggak 2 tahun dadi kendaraan bodong. Didol ora payu," pungkasnya.

 

Penulis : ssj
Editor   : wied