Aneka Kesenian Tradisional Ramaikan Cap Go Meh

102

Sejumlah kesenian tradisional  pada acara Cap Go Meh tersebut juga sebagai wujud akulturasi kebudayaan antara kebudayaan etnis Tionghoa dan kebudayaan tradisional. Foto: Widiyas Cahyono

MAGELANG, WAWASANCO-  Perayaan Cap Go Meh  2570/2019 di Kota Magelang berlangsung meriah. Selain dimeriahkan dengan kesenian khas etnis Tionghoa yakni barongsay dan liong samsi, dalam kirab yang dimulai dari  Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio dan menyusuri sepanjang kawasan Pecinan juga  diikuti berbagai  kesenian tradisional yang berkembang di Magelang, Selasa (19/2).

Kesenian tradisional yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut yakni, kesenian  topeng ireng, grasak, warok bocah, soreng, dolalak, jathilan pithik walik, buto gosek, turangga warsita jaya. Selain itu grup drum band SMA El Shadai Kota Magelang juga tampil menyemarakkan acara tersebut. Turut serta dalam pawai  Cap Go Meh tersebut, tiga buah boneka besar dari tiga dewa  yakni Fu, Lu  dan Shou. “Ketiga boneka besar tersebut mempunyai arti sendiri –sendiri. Fu mempunyai makna sebagai dewa kebahagiaan, Lu sebagai dewa  kesejahteraan dan dewa panjang umur,” kata Ketua Yayasan Tri Bakti TITD Liong Hok Bio, Paul Chandra Wesi Aji .

Paul Chandra mengatakan,t ampilnya sejumlah kesenian tradisional tersebut  selain untuk memeriahkan acara puncak Imlek, juga sebagai salah satu cara alat  pemersatu  antara kebudayaan etnis Tionghoa dengan kesenian tradisional yang berkembang di Magelang dan sekitarnya. “Mereka tampil juga  untuk menghibur masyarakat Kota Magelang yang menunggu acara  Cap Go Meh di sepanjang Kawasan Pecinan Kota Magelang ini. Ini sebagai bukti, di Magelang semuanya saling menghargai dan saling memerlukan satu sama lain,” katanya.

Menurutnya,  sejumlah kesenian tradisional  pada acara Cap Go Meh tersebut juga sebagai wujud akulturasi kebudayaan antara kebudayaan etnis Tionghoa dan kebudayaan tradisional.Paul Chandra menambahkan,  acara perayaan Cap Go Meh ini merupakan puncak atau perayaan penutup rangkaian Imlek 2570.

Keluar Masuk Toko
Sebelum acara tersebut dimulai, para umat TITD Liong Hok Bio melaksanakan sembahyang  yang dipimpin Pandhita Wi Oei Hwie Lien. Setelah itu, tujuh  barongsay (singa) dua Liong Samsi (ular naga) keluar–masuk pertokoan yang ada di kawasan Pecinan  Magelang untuk mengambil angpao  (bingkisan dibungkus warna merah, biasanya berisi uang-red) yang  sengaja dipasang para pemilik toko di depan atau  bagian dalam toko miliknya.

Rombongan kesenian khas Tionghoa tersebut yakni barongsay dan Liong Samsi mengambil angpo yang dipasang di pintu rumah atau toko di sepanjang jalan Pemuda (kawasan Pecinan), Jalan Mataram, Sriwijaya, Jalan Majapahit, Jalan Sigaluh dan kembali ke kelenteng Liong Hok Bio di Jalan Alun-alun Selatan nomor 2 Magelang Paul Chandra Wesi Aji menjelaskan, pemberian angpao dari para pemilik toko kepada Liong Samsi dan baronsay diyakini akan mendatangkan rezeki yang lebih bagi yang memberinya.

"Binatang Liong Samsi dan barongsay  juga diyakini  dapat mengusir roh-roh jahat atau unsur-unsur jahat   yang menghinggapinya," katanya.
Sejumlah kesenian tradisional ikut memeriahkan acara Cap  Go Meh di Kota Magelang .

Penulis : widias
Editor   : wied