Blora Panen Jagung Melimpah, Berharap Bisa Berdiri Pabrik Pakan Ternak

63

 Dirjen PKH Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita (baju putih), dan Bupati H. Djoko Nugroho, hadir di prosesi panen raya jagung lahan hutan Perhutani BKPH Kalisari. Foto : Wahono

BLORA – Produk jagung di Blora melimpah. Petani mulai sibuk memanennya, terlebih pada Februari dan Maret 2019 ini, adalah puncak panen raya, sebagian besar tanaman jagung di lahan hutan Perhutani. Menurut Bupati Blora H. Joko Nugroho, Selasa (19/2), berdasar laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, petani sudah banyak yang panen jagung pada Januari 2019. “Media Januari-Maret 2019, luas lahan panen jagung mencapai 26.977 hektar,” jelasnya di hadapan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita.

Menurutnya, dari luasan tersebut, 21.051 hektar sudah masuk dalam data Statistik Pertanian, dan 5.926 di lahan hutan belum masuk data Statistik Pertanian, sehingga produksi jagung mencapai 157.000 ton.   “Untuk 2018 lalu, luas panen jagung 70.319 hektar, dengan rata-rata produktivitas 5,8 ton per hektarnya,” tambah Bupati Blora.

Pabrik Pakan

Melimpahnya panen jagung ini, Bupati berharap harga jagung ppipil basah di tingkat petani dengan kadar air (KA) 33 persen bisa mencapai Rp. 2.800. Sebabnya, jika harga pada angka tersebut,  petani masih untung, dengan harapan kedepan perusahaan pakan (feed meal) berinvestasi mendirikan pabrik di Blora. “Kami berharap produsen dan pabrik pakan berdiri di Blora, dan bisa langsung menyerap jagung petani,” katanya saat panen raya jagung di petak 93 RPH Kalisari, BKHP Kalisari, Desa Jatiklampok, Kecamatan Banjarejo.

Di sela-sela prosesi panen raya, diperkenalkan Mobile Corn Dryer (MCD), peralatan baru pengeringan jagung yang dapat dipindah dengan mudah di lokasi-lokasi panen jagung.  Dijelaskan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita, Mobile Corn Dryer pengering canggih adalah  hasil karya anak bangsa.

Lantas Diarmita berharap, mesin pengering  ini dapat menjadi sebuah solusi dalam mengatasi masalah pasca panen jagung petani agar harga hasil panen tetap baik.  Dalam kesempatan itu, Eka Budiman dari PT. Charoen Phokphand Jawa Tengah mengatakan pihaknya menyediakan dua unit MCD untuk membantu petani mengeringkan jagungnya.

Kelebihan MCD, kata Eka, dapat meningkatkan waktu simpan setelah dikeringkan, melancarkan tata niaga, dan menghasilkankualitas jagung lebih baik. Untuk menoloong petani, PT Charoen Pokphand Indonesia bertekat meningkatkan penyerapan jagung langsung dari Petani sebagai bahan baku utama pakan ternak. "Nanti kalau ada petani kesulitan menjual hasil panennya, hubungi kami, dan kami akan bantu menyerapnya,” kata Eka Budiman.

 

Penulis : wah
Editor   : wied