Hadiri Cap Go Meh, Tiwi Lantunkan Lagu Mandarin

118

Warga menikmati lontong dalam perayaan Cap Go Meh di di halaman Klenteng Tempat Ibadah Tridharma (TITD) Hok Tek Bio, Selasa (19/2). (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA , WAWASAN.CO-Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi  (Tiwi)  menghadiri peringatan Cap Go Meh di halaman Klenteng Tempat Ibadah Tridharma (TITD) Hok Tek Bio, Selasa (19/2). Cap Go Meh atau yang dikenal sebagai hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa ini dilaksanakan berbagai kegiatan menarik di Purbalingga.

Pada kesempatan awal ini Plt Bupati Tiwi disuguhi kuliner Lontong Cap Go Meh yakni  lontong yang disajikan dengan opor ayam, sayur lodeh, telur pindang, dan kerupuk. Setelah menyampaikan sambutan Plt Bupati Tiwi juga sengaja mempersembahkan lagu Mandarin berjudul Yue Liang Dai Biao Wo De Xin yang pernah dipopulerkan oleh Teresa Teng. Sementara itu perwakilan dari Klenteng TITD Hok Tek Bio yakni dr Mulyadi Yanto justru mempersembahkan lagu Jawa (campursari) yang berjudul Kelinci Ucul ciptaan Ki Narto Sabdo.

Tukar lagu antar etnis tersebut merupakan perlambang toleransi atau saling menghormati keberagaman suku/etnis khususnya Jawa dengan Tionghoa yang ada di Purbalingga. Sementara itu dr Mulyadi Yanto juga menjelaskan Lontong Cap Go Meh juga merupakan kuliner akulturasi Nusantara dengan Chinese Food.

 “Lontong Cap Go Meh hanya ada di Indonesia. Itu juga kuliner bentuk akulturasi. Kita lihat namanya masakan Chineese Food kan tidak ada santannya, tapi di Lontong Cap Go Meh ada dan halal bisa dinikmati semua orang,” katanya.

Sementara itu Plt Bupati Tiwi dalam sambutan peringatan Cap Go Meh dari perayaan Imlek 2570 mengapresiasi, bahwa ternyata kegiatan tahun baru imlek diisi dengan rangkaian kegiatan-kegiatan yang meriah.“Saya presiasi sambut baik karena ini bagian dari menguri uri budaya khususnya Tionghoa,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa  kita tinggal di Indeonsia yang Bhineka/beragam etnis, suku, budaya dan agama tapi pada dasarnya  kita tetap satu, yakni sebagai warga Negara Indonesia dan masyarakat Purbalingga khususnya. Oleh karenannya melalui momen Cap Go Meh ini menunjukan kepada masyarakat Purbalingga bahwa kita sedang merajut persatuan dalam kebhinekaan.

“Saya terimakasih sekali kepada komunitas Tionghoa di Purbalingga ini yang telah kontribusi antar inter umat beragama, bahwa sampai dengan saat ini kerukunan masih tetap terjaga. mudah mudahan sampai seterusnya,” katanya.

Demikian memasuki tahun politik, ia juga berpesan agar perbedaan yang ada tidak membuat perpecahan. Sebab tidak ada gunannya, setelah pemilu selesai semua harus bersatu kembali bersama sama membangun Purbalingga.

Rangkaian acara Cap Go Meh ini, Klenteng TITD Hok Tek Bio ini juga menyelenggarakan berbagai acara yang meriah. Diantaranya Wayang Potehi mulai Selasa - Sabtu/19 - 23 Februari 2019 pukul 19:00 - 22:00 dengan judul SIE DJIEN KWIE TJENG TANG dan Rabu - Sabtu/ 20 - 23 Februari 2019 pukul 16:00 - 18:00 dengan judul SUN GO KONG.

Selain itu juga bakal diselenggarakan Bazar Kuliner pada hari Rabu - Sabtu/20 -23 Februari 2019 di Klenteng Hok Tek Bio; Peresmian Aula Klenteng, Minggu (24/2) pagi; serta Kirab Budaya, Minggu (24/2) mulai pukul 12:15 di Jalan Protokol Kota Purbalingga.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt