Satu Desa Bank Sampah Terwujud di Kabupaten Magelang

175

Ketua Tin Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Tanti Zaenal Arifin, lihat hasil pengolahan  Bank Sampah Senja, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, menjadi peserta lomba Bank Sampah tingkat Kabupaten Magelang, digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Foto ali subchi

KOTAMUNGKID, WAWASANCO- Masalah sampah sudah menjadi persoalan  luar biasa, karena sampah sudah di Tempat Penampungan Akhir (TPA) sudah penuh. Maka saat ini, perlu mengubah pola hidup yang biasa membuang beralih mengelola sampah. Karena mengolah sampah akan dapat memperoleh manfaatnya, baik segi ekonomi dan lingkungan bersih, bahkan untuk kerajinan dari limbah sampa yang punya nilai jual.

"Satu desa satu bank sampah sudah terwujud di Kabupaten Magelang. Ini untuk mengurai keberadaan sampah.  The power mak-mak sadar sampah luar biasa," Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Tanti Zaenal Arifin, saat mengunjungi Bank Sampah Senja Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Rabu (20/2).

Bank Sampah Senja, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, menjadi peserta lomba Bank Sampah tingkat Kabupaten Magelang, digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Se lain bank sampah, juga digelar Lomba Hatinya PKK (halaman asri teratur indah nyaman) tingkat Kabupaten Magelang, dalam memperihati HUT Kota Mungkin tahun 2019. Hadir, Camat Sawangan, Drs Wisnu Argo Budiono, Kades Banyuroto, Suyanto,

Menurut Tanti Zaenal Arifin, kegiatan lomba bank sampah, mengkolaborasikan antara DLH dengan Tim PKK. Karena itu, kegiatan bank sampah ini bisa menjadi budaya bersih di masyarakat. "Setiap hari, ada sampah yang dihasilkan setiap rumah. Dengan bank sampah ini, bisa dikurangi 4,5 persen sampah rumah tangga," ujarnya.

Kabid Pengendaluan Pencemaran Lingkungan DLH,  Sri Murni Ediyati SH menyatakan, dengan lomba bank sampah ini, sampah rumah tangga dapat terkurangi, sehingga warga tidak membuang sampah sembarangan. "Yang jelas, kelompok bank sampah  terus memberikan edukasi kepada warga di tingkat rumah tangga. Ini sangat bagus, harus terus dikembangkan," ujarnya.

Pemanfaatan sampah yang dikelola ibu-ibu rumah tangga ini, dapat mengurangi sampah, sehingga ekosistem keseimbangan, maka akan lebih baik. Karena plastik sudah bisa dikelola, melalui sampah organik hingga an organik, baik untuk pupuk maupun kerajinan dari limbah sampah.

"Jumlah penduduk Kabupaten Magelang ada 1,3 juta orang, maka ada 6 ton sampah. Ini menjadi keprihatinan, belum banyak yang memiliki kesadaran tentang sampah. Jangan sampai anak cuci kita tidak bisa menikmati hijaunya halaman dan lingkungan yang hijau," tambahnya

Penulis : as
Editor   : wied