Empat orang yang mendaftarkan sebagai bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati melalui DPC PKB Temanggung, saat dikenalkan oleh Sekretaris Desk Pilkada DPC PKB Temanggung Mohchyidin. Foto: Widiyas Cahyono
TEMANGGUNG- Empat orang yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati melalui DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Temanggung, memaparkan visi dan misinya di hadapan struktur organisasi baik DPC, PAC dan Badan otonomi Partai Kebangkitan Bangsa dalam taaruf PKB , Sabtu (16/9) kemarin.
Keempat bakal calon tersebut, tiga di antaranya juga telah mendaftarkan diri melalui partai lainnya yakni Partai Persatuan Pembangunan ( PPP), yakni Bambang Sukarno ( Bupati Temanggung sekaligus Ketua DPC PDIP), Al Khadziq ( mantan wartawan kelahiran Temanggung yang merupakan penduduk Tangerang) yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati. Selain itu juga Eko Budi Hartono (Camat Temanggung) yang maju sebagai bakal calon wakil bupati . Sedangkan satu pendaftar sebagian bakal calon wakil bupati yang berasal dari internal PKB yakni Matoha ( Wakil Ketua DPRD Temanggung yang juga Ketua DPC PKB).
Dalam taaruf yang dilaksanakan di aula Sekretariat DPC PKB Temanggung tersebut, mereka secara bergiliran diberi kesempatan mengenalkan diri, sekaligus menyampaikan visi-misi singkat selama 10 menit dihadapan pengurus dan kader PKB tersebut.
Giliran maju pertama yang memaparkan visi dan misinya yakni bakal calon bupati Bambang Sukarno dan Al Khadziq. Sedangkan urutan pemaparan bakal calon wakil bupati dimulai dari Matoha dan Eko Budi Hartono.
Dalam penyampaian visi dan misinya, Bambang Sukarno selaku bupati petahana mengatakan, jika dirinya terpilih kembali menjadi bupati untuk periode kedua akan memprioritaskan sektor pertanian, melanjutkan pembangunan sektor infrastruktur serta memperbaiki seluruh kekurangan selama dirinya mimpin.
“Kami ingin tembakau lebih baik sehingga petani menjadi sejahtera. Saat ini saya juga tengah menyusun Rancangan Undang-Undang Rokok Kretek guna melindungi petani tembakau,” ucap Bambang.
Sementara, Al Khadziq memuji berbagai terobosan yang telah dilakukan oleh pemerintah era Bambang Sukarno selama lima tahun terakhir. Salah satunya berbagai akses jalan di wilayah pinggiran yang sudah baik, halus dan telah merata.
Untuk itu, bila dirinya dipercaya oleh masyarakat Temanggung menjadi bupati mendatang, ia akan melanjutkan program-program yang telah dijalankan Bupati Temanggung sebelumnya. “Selain infrastruktur, saya akan perhatikan sektor sumber daya manusia Temanggung melalui program TMG (Tentrem, Marem, dan Gandem),”
Pada kesempatan itu, mantan wartawan tersebut menyatakan sedikit “iri” terhadap keramaian yang ada di dua pasar yang ada di luar Temanggung , yakni Pasar Kertek (Wonosobo) dan Pasar Sukorejo (Kendal) yang ramai selama 24 jam. Namun pasar-pasar tradisional yang ada di Temanggung tidak bisa seramai kedua pasar tersebut.
Untuk itu, bila ia menjadi Bupati Temanggung akan melakukan terobosan-terobosan agar pasar-pasar di Temanggung bisa ramai selama 24 jam penuh, sehingga perekonomian masyarakat bisa meningkat.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Temanggung yang mencalonkan sebagai bakal calon wakil bupati, dalam pemaparannya ia mempunyai motto “STMJ” atau Setia, Tanggung jawab untuk Masyarakat agar Temanggung Jaya.
Ia mengatakan, saat ini pembangunan di Temanggung sudah merata hingga ke pelosok desa. Selain itu kesejahteraan petani juga sudah meningkat. Oleh sebab itulah, para petani memerlukan solusi agar harga komoditas pertanian terus stabil agar petani dapat lebih sejahtera.
Sedangkan bakal calon wakil bupati lainnya, Eko Budi Hartono mengusung visi dan misi untuk menjadikan Temanggung yang mandiri, dinamis serta agamis. “Saya ingin memajukan UMKM dan sektor pertanian. Selain itu, kalau mendapatkan restu untuk maju, saya ingin menutup kekurangan bupati nanti,” kata Eko yang saat ini masih menjabat Camat Temanggung ini.
Sementara itu, Ketua Desk Pilkada 2018 DPC PKB Kabupaten Temanggung, Muh Amin mengatakan, taaruf yang dilaksanakan DPC PKB ini, bertujuan agar para kader mengenal lebih dekat dan mengetahui visi-misi para bacabub-bacawabup yang diusung DPC PKB. “ “Taaruf ini merupakan tahapan akhir tugas desk Pilkada. Sedangkan berkas yang sudah ada ini, akan kita kirimkan ke DPP PKB, melalui DPW PKB Jateng, untuk proses munculnya rekomendasi,” katanya.
Ia menambahkan, semua pendaftar mempunyai peluang dan kesempatan yang sama, namun demikian, kewenangan penuh ada di DPP. Menurutnya,saat tim Desk Pilkada mengirim berkas ke DPP, DPP juga menerjunkan tim untuk melihat poluparitas dan elektabilitas dari masing-masing bakal calon.
“Bisa jadi, yang daftar untuk posisi Cawabub, bisa menjadi Cabub. Atau bisa juga muncul tokoh lain diluar yang ikut penjaringan ini, itu semua tergantung DPP” ujarnya.
Penulis : widias
Editor :