Rekanan Disanksi Denda Sekitar Rp 1,5 M, Proyek RSUD Tipe B Masuk Masa Pemeliharaan

60

 Tim DPUPR saat melakukan tinjauan ke lokasi proyek pembangunan RSUD tipe B di bekas Pasar Hewan Mertoyudan. (Tri Budi Hartoyo) 

KOTA MUNGKID, WAWASANCO- Pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) tipe B di eks pasar hewan Mertoyudan sudah terselesaikan, Selasa (19/2) lalu. Hari itu juga diadakan serah terima pertama pekerjaan (provisional hand over -pho) dari rekanan kepada DPUPR Kabupaten Magelang.

Sebagai konsekuensi keterlambatan penyelesaian hingga 50 hari, rekanan pelaksana dikenai sanksi denda Rp 1,5 miliar lebih. “Selain itu, memiliki kewajiban memperbaiki hasil pekerjaan yang belum sesuai kontrak perjanjian kerja,” kata Sekretaris DPUPR, Eddy Siswantoro, saat memimpin rapat pho di lokasi proyek.

Dia mengingatkan, perbaikan tidak perlu menunggu masa pemeliharaan selama enam bulan ke depan berakhir. Karena akan lebih baik dikerjakan di masa awal dan untuk selanjutnya tinggal dilakukan pengawasan.

“Mumpung saat ini masih sering turun hujan, sehingga dapat diketahui hasil perbaikan sudah baik atau belum,” pesannya, di depan manajer proyek PT Tirta Dhea Addonnics Pratama, Edy, dan manajer proyek PT Anugerah Bangun Kencana, Yusuf.

Dia menyebut beberapa bagian yang perlu diperbaiki. Antara lain, permukaan topi dinding luar gedung lantai dua sehingga tergenang air hujan karena cekung atau miring ke dalam. Adanya genangan air di dak luar gedung bagian depan hingga merembes ke lantai satu.

“Secara umum, pekerjaan di lantai bawah dan atas sudah cukup baik. Tapi keramik lantai yang terpasang di beberapa titik sudah retak dan perlu diganti. Daun pintu di sejumlah ruangan tidak terpasang dengan baik sehingga merongga di bagian tengah,” kata David Rudiyanto, anggota Tim PHP (penerima hasil pekerjaan).

Kabid Cipta Karya, Parjan, mempertanyakan adanya genangan air di basement karena adanya sumber di bawah tanah atau terkena limpasan air hujan dari halaman depan. “Jika dari sumber bawah tanah, perlu dibuatkan saluran pembuang. Tetapi kalau akibat limpasan air dari segera dibuatkan saluran yang ditutup gril di depan pintu masuk basement,” sarannya.

Pembangunan RSUD tipe B di lahan 15.000 meter persegi tersebut dikerjakan dalam dua tahun anggaran. Tahap pertama, dengan dana APBD 2017 Rp 66.491.000.000, untuk mendirikan gedung utama berlantai tiga. Pelaksana PT Tirta Dhea Addonnics Pratama.

Lantai dasar (basement) untuk lahan parkir dan perkantoran. Lantai 1 ada 26 ruang poliklinik untuk melayani pemeriksaan pasien pengidap beragam penyakit. Lantai 2 untuk ruang bedah dan ruang penyimpanan berbagai peralatan medis. Dan lantai 3, untuk ruang rawat inap.

Tahap kedua, dengan dana APBD 2018 Rp 36.269.676.000 untuk membangun gedung servis di belakang gedung utama. Di sini, dimanfaatkan untuk ruang dapur, ruang laundry, ruang penyimpanan alat-alat perawatan gedung dan kamar mayat. Proyek dikerjakan PT Anugerah Bangun Kencana (ABK).  

 

 

Penulis : tbh
Editor   : wied