Kampanye Stop Penggunaan Barang Sekali Pakai di Peringatan HPSN

72

Keterlibatan masyarakat dalam kepedulian mengelola sampah dari lingkungan terkecil dalam keluarga atau rumah tangga merupakan kunci terwujudnya hidup bersih dan sehat, di samping tiket sukses meraih penghargaan Adipura. Foto : sari jati

DEMAK, WAWASANCO- Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019 diperingati jajaran Pemkab Demak dengan melaksanakan kerja bakti massal di sejumlah lokasi, Jumat (22/2). Mulai dari kawasan pemukiman, perkantoran, Pasar Bintoro, ruang publik, hingga kawasan TPA dan TPS di 14 kecamatan. 

Selain memberikan teladan menjaga kebersihan kepada masyarakat, bersamaan kerja bakti yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai elemen itu dikampanyekan pula aksi 'stop' penggunaan barang atau kemasan sekali pakai. Sebab sampah plastik termasuk material penyumbang limbah padat paling besar di bumi, terkait sifatnya yang tak bisa hancur kecuali didaur ulang. 

Bupati Demak melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan H Dwi Heru Asianto menyampaikan, mengajak masyarakat mengelola sampah secara benar memang tak semudah membalik telapak tangan. Namun semua pasti lah akan ada awalnya. 

"Melalui momentum HPSN, kami niatkan memberi contoh masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah. Sehingga mereka meneladani dan melakulan pada keseharian," ujarnya, didampingi Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak Kurnia Zauharoh.

Mengelola sampah yang dimaksud dimulai dari lingkungan terkecil yakni rumah tangga. Dengan memilah sampah organik dan anorganik, untuk kemudian dikelola dalam manajemen bank sampah. 

"Idealnya satu RT satu bank sampah. Kemudian dikoordinir lebih lanjut di tingkat RW atau desa, di bawah pembinaan pengelola bank sampah induk di Dinas Lingkungan Hidup, terkait  keseragam harga jual nantinya," imbuh Kurnia Zauharoh, yang akrab disapa Mbak Nia itu.

Di sisi lain, Dandim 0716/Demak Letkol Inf Abi Kusnianto yang turut hadir menambahkan, HSPN  merupakan momentum membangkitkan kembali gairah masyarakat untuk  lebih peduli budaya mengelola sampah. Sehingga berimbas positif pada  peningkatan ekonomi, meskipun dari sampah. 

"Bila perlu pesuli sampah tidak hanya saat HPSN, namun lanjut pada kehidupan sehari-hari. Sebab lingkungan bersih membuat suasana nyaman, sehingga memacu semangat kerja penghuninya," pungkas dandim

Penulis : ssj
Editor   : jks