Rp 16 Miliar Untuk Cor Beton Jalan Kalisari-Wulung

49

Jalan Blora-Randublatung pada ruas aspal hotmix banyak yang bodol, berlubang-lubang, dan bergelombang. Foto : Wahono/

BLORA, WAWASANCO-Hujan yang sering mengguyur Blora, menjadikan kerusakan ruas jalan Blora-Randublatung semakin merata, berlubang-lubang, bergelombang, dan berm kanan-kiri jalan remuk. Kerusakannya memang serius, yakni pada fisik jalan aspal hotmix (lama), Pemkab Blora belum memperbaiki secara menyeluruh, perbaikan dilakukan bertahap pada sepanjangs Kalisari-Wulung.

Pantauan di jalan Blora-Randublatung, Jumat (22/2), tampak kerusakan jalan yang separohnya melintas kawasan hutan nyaris merata di banyak titik, kondisi paling parah di kawasan hutan jati. Tidak hanya banyak yang bolong-bolong, dan bergelombang, berm kanan-kiri jalan juga banyak mengalami kerusakan.   Selain dikeluhkan warga, kondisi ini membahayakan lalu lintas umum, khususnya saat turun hujan.“Jalan yang rusak pada ruas yang diaspal, terutama di kawasan hutan jati,” kata  Arif (47), bakul pakaian di Pasar Jati dan Randublatung, Blora.

Dari DAK

Keluhan sama dilontarkan Atik (52), warga Randublatung, karena rusaknya jalan kabupaten Blora-Randublatung, selain banyak lubang, dan bergelombang, jika melintas saat turun hujan harus berhati-hati.“Bayak yang bolong-bolong, pernah diurug tanah grosok, tetap tidak nyaman,” bebernya.

Perlu diketahui, jalan kabupaten itu sudah dilakukan perbaikan dengan rigit pavement (tehnik perkerasan kaku/cor beton) di lima titik, sepanjang sekitar 10 kilometer. Sisanya, sekitar 18 kilometer, masih berupa aspal hotmix, dan di ruas jalan aspal tersebut kerusakannya terjadi.. Sutaat, mantan Lurah Randublatung, mengatakan kerusakan jalan kabupaten itu, banyak disebabkan setiap hari lalu lalang puluhan truk bermuatan pasir hitam Bengawan Solo. 

Dimintai konfirmasinya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Sam Gautama Karnadjaja, mengatakan tahun anggaran (TA) 2019 akan ada perbaikan dari dana alokasi akhusus (DAK). Namun perbaikan peningkatan rigit pavement (tehnik kaku atau cor beton) masih bertahap, TA 2019 sepanjang empat kilometer antara Kalisari-Wulung, dengan biaya DAK Rp 16 miliar lebih

Menurut Sam Gautama, kerusakan yang terjadi jalan saat ini ada pada berkontruksi aspal hotmix lama, sedangkan ruas yang berkontruksi rigit pavement tidak ada masalah. Ditambahkan, jalan Blora-Randublatung sepanjang 28 kilometer yang berkontruksi rigit pavement saat ini sudah  lima titik atau sekitar 10 kilometer, dan akan terus disambung agar tidak cepat rusak.“Agar tidak membahayakan lelu lintas, nanti yang lubang-lubang akan diurug dulu,” tutup Kepala  DPUPR Kabupaten Blora, Sam Gautama Karnadjaja

Penulis : wah
Editor   : jks