Boni Hargens: Ada Kelompok yang Memaksalan Kehendak Berkuasa

36

Direktur LPI Boni Hargens bersama pengamat politik berbicara mengenai potensi konflik pascapencoblosan. Foto: Arya

JAKARTA,  WAWASANCO - Lembaga Pemilih Indonesia  (LPI)  memberi peringatan kemungkinan terjadiya konflik pascapencoblosan pada 17 April 2019.  Hal ini terlihat dari narasi yang dibangun oleh satu kelompok yang mendukung capres tertentu dalam kampanyenya memicu terciptanya konflik.  Apalagi ada kelompok yang mendukung salah satu capres  punya syahwat politik besar dengan cara memaksalan kehendak untuk berkuasa.

Hal itu dikatakan Direktur Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens  dalam diskusi  ‘Pemilu 2019 Bebas Konflik: Pendekatan Keamanan dan Intelijen’ di Jakarta, Sabtu (23/2)

Bawaslu mencatat ada satu dua titik  yang perlu diwaspadai. Namun menurut Boni secara keseluruhan khususnya pasca-17 April suasamanya cukup menantang dimana emergi bangsa ini akan banyak tercurah.

Dari kajian dan informasi selama kampanye ada kelompok yang akan memaksakan kehendak untuk menang bahkan doa-doanya yang dikumandangkannya Tuhan harus mememangkan mereka.  ''Pemaksaan kehendak ini merupakan peluang terjadinya  konflik dalam proses politik,''katanya.

Boni menilai kelompok  memaksalan diri untuk menang ini sebetulnya tidak siap berdemokrasi. Untuk menghadapi kelomppl ini negata harus kuat.

Dia percaya Institusi negara TNI, Polri dan badan intelejen yang selama ini sudah bekerja begitu luar biasa sudah mempesiapkan diri untuk menghadapi mereka.

Boni mengatakan LPI ingin menyadarkan masyarakat bahwa bangsa Indonesia ini satu keluarga beaar dalam keragaman. ''Kita ditunttut dan dipanggil oleh sejarah untuk merawat keberagaman ini, merawat keutuhan.  Jadi janganlah mengobarkan manusia,  peradaban dan mengorbankan nilai-nilai agama untuk kekuasaan lima tahun, ''katanya.

Menurutnya pemimpin yang benar pasti didasari motivasi yang baik, dan menjalankan politik juga dengan damai, bukan dengan menabur kebencian.

Karenanya, Boni megingatkan masyarakat menyadari hal ini, jangan sampai terlena oleh ilusi. “Kita mendorong semua kandidat dan tim sukses harus lebih bijaksana, lebih adil, lebih fair, jangan memaksakan masyarakat untuk percaya kebohongan. Jangan memaksakan masyarakat untuk percaya dengan cerita-cerita yang tidak benar, karena kepemimpinan yang dibangun dengan kebohongan akan melahirkan malapetaka besar,” tandasnya.


 

Penulis : ak
Editor   : wied