Wayang Kulit Jadi Media Sosialisasi BI

55

WAYANG - Angggota DPR RI Komisi XI, Profesor Hendrawan Supratikno, menyerahkan wayang kulit pada Ki Dalang Mangun Yuwono sebagai tanda dimulainya pagelaran dengan lakon Wisanggeni Gugat. Foto : Probo Wirasto.

PEMALANG,WAWASANCO - Bank Indonesia bekerjasama dengan Citra Institut menggelar Sosialisasi Peran dan Fungsi Bank Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Keuangan melalui pagelaran wayang kulit, di komplek Pasar Desa Kalimas Kecamatan Randudongkal. Memainkan lakon Ratusan Wisanggeni Gugat yang dimainkan dalang Mangun Yuwono semalam suntuk Minggu (24/2).

Anggota DPR RI Komisi XI dari PDIP, Profesor Hendrawan Supratikno, yang ikut hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa Bank Indonesia berdasarkan 

undang-undang memang merupakan satu-satunya lembaga yang berhak mengedarkan uang di Indonesia, sehingga mempunyai peran dan fungsi menjaga 

stabilitas keuangan yang ada.

 

"Lakon Wisanggeni Gugat sendiri secara ringkas merupakan cerita mengenai kestaria putra dari Arjuna, yang mempunyai sifat jujur, terbuka dan apa 

adanya, karakter-karakter seperti inilah yang dibutuhkan orang Indonesia saa ini,"tandasnya.

 

Lima J

Sementara itu Kepala Tim Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Fauzi Amir, dalam sosialisasinya mengungkapkan bahwa uang harus memiliki nilai karena 

merupakan kedaulatan negara, karena itu sebagai warga negara yang baik kita harus selalu menjaga uang yang kita miliki. Ada beberapa cara untuk 

memperlakukan mata uang kita dengan baik antara lain yakni 5 J, pertama jangan distreples, jangan dilipat, jangan dibasahi, jangan dicorat-coret, 

dan jangan diremas-remas sehingga akan tetap utuh.

 

Kemudian yang tidak kalah penting yang adanya kehati-hatian dari warga masyarakat agar jangan sampai dalam bertransaksi menerima uang palsu, dimana 

untuk membedakannya sudah berkali-kali dijelasnya yakni melalui cara 3 D yakni dilihat, diraba dan ditrawang. Sebab memang hingga saat ini di 

beberapa daerah masih marak adanya peredaran uang palsu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

 

Sementara itu Wakil Bupati Pemalang, Martono, yang juga hadir dalam acara mengapresiasi atas sosialisasi melalui wayang kulit, sebab hal tersebut 

akan sangat mengena selain merupakan salah satu wujud nyata untuk melestarikan kebudayaan asli milik Bangsa Indonesia.

Penulis : pw
Editor   : jks