Sejumlah Proyek APBD 2018 Molor, Sanksi Denda Rekanan Terkumpul Rp 5 Miliar

32

Pembangunan Pasar Kaliangkrik adalah salah satu proyek APBD 2018 yang molor dalam penyelesaiannya hingga rekanan pelaksana dikenai sanksi denda. (Tri Budi Hartoyo)

MUNGKID, WAWASANCO - Pengerjaan sejumlah proyek APBD 2018 tidak selesai sampai akhir 2018 alias molor. Sebagai konsekuensi atas keterlambatan tersebut, para rekanan pelaksana proyek dikenai sanksi denda. Total nilai denda yang terkumpul mencapai lebih dari Rp 5 miliar.

“Adapun besaran nominal sanksi denda bervariasi. Didasarkan nilai kontrak dan keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan,” kata Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magelang, Parjan, kemarin.

Beberapa proyek dimaksud antara lain, renovasi Pasar Muntilan, renovasi Pasar Kaliangkrik, pembangunan RSUD tipe B, Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pendapa Lapangan drh Soepardi, serta gedung Kantor Camat Mertoyudan dan Kantor Camat Kaliangkrik, ditambah proyek peningkatan ruas jalan Ketep-Kaponan.

Kasi Bangunan Gedung, Nuryanto, menyebutkan, total anggaran yang terkumpul dari denda keterlambatan mencapai lebih dari Rp 5 miliar. Antara lain, dari proyek Pasar Muntilan yang terlambat 18 hari didenda Rp 1,6 miliar, Pasar Kaliangkrik yang terlambat 47 hari didenda hampir Rp 2 miliar dan RSUD tipe B yang terlambat 50 hari didenda lebih dari Rp 1,5 miliar.

Mengenai nilai denda untuk proyek-proyek lainnya, menurut dia, ratusan juta. “dan seluruh anggaran yang terhimpun dari denda keterlambatan tersebut dikembalikan ke Kas Daerah,” katanya.

Kepala DPUPR, Heriyanto, mengatakan, rekanan yang diberi kesempatan hanya yang sudah dapat menyelesaikan pekerjaan di atas 80 persen. Artinya, jika dapat menuntaskan pekerjaan lebih cepat, maka denda yang ditanggung semakin sedikit.


 

Penulis : tbh
Editor   : wied