Melanggar Aturan, Papan Reklame Dibongkar Paksa

51

Petugas dipimpin Kasubid Penagihan BPPKAD Kota Surakarta Widiyanto, tengah membongkar paksa bangunan reklame illegal yang berdiri di simpang empat Tugu Lilin Pajang Surakarta,Senin (25/2). Foto :Bagus Adji W).

SOLO, WAWASANCO- Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Surakarta membongkaran paksa bangunan papan reklame yang diduga liar di delapan titik lokasi di wilayah setempat. Penyebabnya, pendirian papan reklame terbuat dari besi setinggi sekitar delapan meter itu berdampak merugikan keuangan daerah dan membahayakan keselamatan pengguna jalan sehubungan dibangun tanpa melalui prosedur resmi. “Bangunan reklame yang dibongkar masuk katagori illegal karena  didirikan tanpa ijin diatas tanah negara, serta membahakan keselamatan umum”, kata  Kasubid  Penagihan  BPPKAD Kota Surakarta  Widiyanto, Senin (25/2).

Pembongkaran delapan titik reklame illegal, lanjut Widiyanto, ketika ditemui di sela sela pembongkaran papan reklame liar di  simpang empat Pajang, telah didahului sejumlah langkah diantaranya menghubungi  pemilik. Kenyataannya, pemilik bangunan reklame sulit ditemukan ataupun dihubungi. Padahal secara kasat mata, bangunan papan reklame tersebut berdiri diatas tanah negara dan didirikan tanpa  prosedur perijinan. Pendirian titik reklame liar ini keberadaaannya selain melanggar estetika kota juga mengganggu fasilitas umum sehubungan letaknya berhimpitan dengan lampu trafficlight .

Diakui penarikan pajak ataupun restribusi dilakukan BPPKAD bila di bangunan bersangkutan  sudah ada rklame yang terpasang. Namun demikian, pendirian bangunan  apapan reklamenya ajauga harus melewati prosedur yang ditentukan. Hari ini ada delapan titik bangunan reklame illegal yang kami bongkar paksa, jelasnya  sembari menambahkan delapan titik reklame yang diketuhi illegal terdapat di, Jln Rajiman pajang tugu lilin, Manahan Adisucipto , depan stasiun Balapan,  Proliman Banjarsari dan perempatan Banjarsari Starko, Jalan Urip Sumoharjo / Ledoksari dan simpang empat Baturono serta pertigaan Makro Tipes..

 Pada bagian lain keterangannnya Widiyanto menambahkan, penertiban terhadap bangunan reklame liar terus menerus dilakukan, Sejak awal tahun 2019 hingga kini tercatat sudah 10 bangunan reklame liar ditertibkan. Pihaknya berharap, cara yang ditempuh dapat semakin meningkatkan pajak reklame tahun 2019  yang dipatok Rp 8,5 milyar dan akan ditingkatkan besarannya dalam APBD Perubahan , Peningkatan target reklame  dikeranakan target  hal sejenis tahun 2018 sebesar Rp 9 milyar, terangnya.

Penulis : baaw
Editor   : jks