Leptospirosis Menjalar, Lima Penderita Meninggal


Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Demak saat memberikan edukasi tentang kaporisasi area potensi penyebaran leptospira kepada masyarakat. (Foto :Sari Djati)

DEMAK,WAWASANCO- Masyarakat Kabupaten Demak  dihimbau waspada terhadap penularan penyakit leptospirosis. Terlebih hingga pertengahan Februari 2019, dari 19 kasus penyakit  leptospirosis yang ditemukan, lima pasien di antaranya meninggal dunia karena terlambat mendapatkan perawatan medis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Guvrin Heru Putranto menjelaskan, bersamaan musim hujan potensi perkembangan bakteri leptospira cukup tinggi. Terlebih  berbarengan  dengan musim tanam padi, tikus sebagai hewan penyebar bakteri leptospira berkembang biak cukup pesat pula.

"Sebenarnya dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti menjaga kebersihan lingkungan, menutup minuman dan makanan dengan tudung saji, atau menyimpannya di lemari makan yang rapat, penyakit yang disebabkan kencing tikus itu bisa dihindari. Di samping juga memasang perangkap tikus, dan mengubur tikus mati agar tidak tergenang air hujan," ujarnya, didampingi Kabid Kesmas dr Anggoro Karya dan Kasi Promosi Kesehatan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat Wadjito, Rabu (27/2).

Selain itu, lanjut Guvrin, biasakan setelah berpergian mencuci tangan dan kaki atau mandi dengan sabun. Sebab tak jarang bangkai atau kencing tikus yang sempat masuk air comberan atau banjir bisa masuk pada luka terbuka. 

"Luka tersebut bisa menjadi jalan masuknya bakteri leptospira. Maka itu masyarakat perlu waspada terhadap penyebaran bakteri leptospira, yang setiap saat bisa masuk jaringan sel tubuh manusia melalui luka terbuka atau jaringan lendir yang terpercik kencing tikus," imbuhnya. 

Sedangkan gejala medis yang muncul menyerupai penyakit tipes, yakni bagian mata dan kulit menguning. Namun disertai demam tinggi, nyeri kepala dan otot. Pada stadium akut, penderita akan mengalami gagal ginjal dan meninggal dunia akibat racun dalam tubuhnya tak dapat lagi dinetralkan.

Berdasar data Dinas Kesehatan, kasus leptospirosis di Kabupaten Demak terindikasi meningkat setiap tahunnya. Pada 2016 tercatat sebanyak 11 kasus dengan lima  kematian. Pada 2017 naik menjadi 34 kasus dengan enam kematian. Meningkat lagi pada  2018 sebanyak 92 kasus dengan 24 kematian.

Penulis : ssj
Editor   : jks