Siswa SMA Negeri 1 Mijen Ciptakan Listrik Tenaga Angin Modifikasi Surya

3.4K

Kepala SMA Negeri 1 Mijen NA Sobri saat mendampingi rombongan MKKS SMA Kabupaten Demak meninjau hasil karya inovasi siswa-siswi tim Adiwiyata berupa PLTB/S Karya Mandiri.  Foto : sari jati

DEMAK, WAWASANCO - Siapa sangka siswa SMA mampu menciptakan karya inovasi cukup fenomenal? Sebuah kreativitas yang mestinya merupakan hasil pembelajaran pelajar SMK, berhasil dirancang senagai bagian dari solusi permasalahan suplai listrik di SMA Negeri 1 Mijen.

Ya. Sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang dimodifikasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)  sejak sebulan ini berdiri tegak di halaman tengah sekolah, mensuplai  daya listrik hingga 800 watt untuk kebutuhan sekolah, dari total 1.200 watt yang diproduksi.

Adalah Sairul Alam, Muhammad Irfanul Abidin (keduanya siswa kelas XII IPA 2),  Savira Galuh Kumala Sari dan Tyas Semi Sari (keduanya siswi XII IPA 1, empat sekawan yang berkutat merangkainya. Dengan bimbingan Al Wahyudi Santosa, sang guru Fisika, jadi lah PLTB/S Karya Mandiri sebagai hadiah HUT ke-27 SMA Negeri 1 Mijen.

Di sela peluncuran karya senilai Rp 30 juta itu oleh Kepala SMA Negeri 1 Mijen NA  Sobri, Sairul Alam cs mengungkapkan, sering kali ketika aliran listrik padam mengganggu aktivitas sekolah. Mulai air di kamar kecil yang langka, karena pompa air tergantung sambungan listrik. Lab komputer yang terkendala pengoperasiannya, cctv hngga jaringan internet yang selalu on/off, karenanya mengganggu pelaporan sistem kehadiran guru dengan finger print online ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng.

"Maka itu lah kami browsing ke situs-situs teknologi juga youtube, berusaha mencari solusi masalah listrik. Kebetulan sebagai sekolah Adiwiyata, sekolah kami juga diwajibkan memanfaatkan sumber energi yang ramah lingkungan," kata Sairul Alam, diamani ketiga rekannya, Kamis (28/2).

Hingga pencarian mereka tertambat pada pembuatan PLTB/S, sehubungan ketersediaan kedua sumber energi tersebut yang melimpah dan gratis. Terlebih ide cemerlang itu direspon positif oleh Kepala SMA Negeri 1 Mijen NA Sobri, yang langsung mengistruksikan salah seorang guru Fisikanya, yakni Al Wahyudi Santosa untuk membimbing.

Sempat berkunjung ke salah satu SMK di Blora sebagai referensi, Tim Adiwiyata Bidang Pemanfaatan Energi Ramah Lingkungan SMA Negeri 1 Mijen itu pun segera melakukan eksperimen. Bongkar pasang rakitan PLTB/S tak hanya sekali dua kali, namun sampai puluhan kali.

Sampai akhirnya rakitan PLTB/S tersusuan mendekati sempurna, berupa tiang penyangga setinggi 7,5 meter dari bahan besi L dilengkapi baling-baling setinggi 165 cm modifikasi dari besi kotak hollow dan seng galvalum. Serta dua lempengan penangkap energi surya.

"Karena ini PLTB/S praktis penggeraknya adalah angin dan sinar matahari. Bahkan pada saat kecepatan angin mendekati nol tetap bisa produksi," imbuh Sairul Alam, yang justru berniat melanjutkan studi ke perguruan tinggi fakultas teknik kelautan itu.

Mengenai karya kreativitas siswa-siswinya berupa PLTB/S itu, menurut AN Sobri tentunya menjadi suatu kebanggaan. "Sing ngatase pelajar SMA, tapi kemampuannya tak kalah dengan mereka yang belajar di SMK," ujarnya.

Maka itu dalam waktu dekat, pihak sekolah berniat mendaftarkan hak cipta atau paten PLTB/S tersebut. Sehingga bisa menjadi ikon SMA Negeri 1 Mijen, yang meski pun berlokasi di jauh dari pusat kabupaten namun tak kalah dengan sekolah-sekolah di kota besar.

"Alhamdulillah meaki sederhana, karya inovasi anak-anak didik kami mampu membantu pemerintah dalam mengurangi penggunaan energi bersumber geofosil. Semoga bisa menjadi teladan siswa-siswi  di SMA Negeri 1 Mijen khususnya dan SMA-SMA lain di Kabupaten Demak dan Jateng pada umumnya," tandasnya.

 

 

Penulis : ssj
Editor   : wied