PURBALINGGA-Desa Sumampir Kecamatan Rembang, Purbalingga dijadikan Kampung Pro Iklim (Proklim) pertama di Kabupaten Purbalingga. Pencanangan dilakukan oleh Bupati Tasdi, di lapangan desa tersebut, Selasa (19/9).
Koordinator Kampung Proklim Sumampir, Budi Nedyo mengatakan gagasan pembentukan Kampung Proklim dilakukan oleh warga dan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Desa (Pemdes). “Pendirian Kampung Proklim merupakan program pemerintah pusat. Kebetulan di Kabupaten Purbalingga baru desa kami yang mulai merintisnya,” ujarnya.
Sebagai langkah awal ada sejumlah kegiatan yang dilakukan oleh warga. Masing-masing membuat kawasan adaptasi perubahan iklim, penataan jalan di tengah pemukiman warga, program 1000 lubang biopori, program sedekah pohon, program tanam 1000 pohon dan pembuatan Taman Proklim. “Taman Proklim berisi tanaman sayuran, tanaman hijau dan juga barang-barang daur ulang yang diolah menjadi hiasan,” ungkapnya.
Warga secara swadaya melakukan berbagai kegiatan tersebut. Lahan yang dijadikan Taman Proklim merupakan tanah seluas 0,5 hektare milik desa. Pihaknya berencana akan terus mengembangkan Kampung Proklim sehingga bisa lebih lengkap lagi. “Kami ingin menjadikan desa kami sebagai pilot project Kampung Proklim di Purbalingga,” harapnya.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Ammy Rita Manalu yang hadir dalam acara tersebut, mengatakan saat ini baru ada 28 kabupaten/kota yang memiliki kampung iklim dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
“Pencanangan gerakan Proklim di Purbalingga ini bisa menjadi virus yang menyebar ke seluruh wilayah Purbalingga, sehingga desa-desa lain juga tertarik untuk membuat Proklim. Silahkan belajar ke Desa Sumampir,” tandasnya.
Bupati Tasdi Kampung Proklim Sumampir menjadi percontohan di Kabupaten Purbalingga. Tidak hanya dalam lingkup satu dusun, namun semua warga desa Sumampir dapat bergerak dan diberdayakan sehingga konsep kampung iklim bisa diterapkan dalam lingkup satu desa. “Nanti desa Sumampir kita bantu Rp 100 juta, biar nanti ada inovasi-inovasi baru. Tidak hanya satu kadus, namun satu desa menjadi percontohan kampung iklim di kabupaten Purbalingga,” imbuhnya.
Penulis : Joko Santoso
Editor : awl