Kampanye Terbuka Tanpa Berita Hoaks

162

Masa kampanye terbuka Pemilu 2019  dimulai sejak 24 Maret hingga 14 April mendatang. Menyitir pernyataan pengamat politik Unsoed Purwokerto Indaru Setyo Nurprojo sudah sepatutnya kampanye terbuka yang banyak menghadirkan masa tidak diisi dengan berita hoaks atau berita bohong.  Jika ada caleg bahkan tim sukses capres dan cawapres yang melontarkan berita hoaks, menurut Indaru ini malah bisa menjadi bumerang.
Indaru mengatakan pemilih sudah mulai rasional dan bisa membedakan mana kampanye yang benar benar mencerdaskan dan mana kampanye yang sarat berita bohong atau berita hoaks. Pemilu 2019 ini memang Pemilu yang dashyat. Selain menjadi Pemilu pertama yang dilakukan serentak mulai dari pemilihan anggota DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD serta presiden, persaingan juga terasa sangat kental.
Pemilu 2019 semacam mengulang pertarungan di Pemilu 2014. Karena capres yang bertarung sama, masing-masing Jokowi dan Prabowo. Di Pemilu 2014 Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla dan diusung PDIP beserta sejumlah partai koalisi menang dengan selisih 6?ri Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa yang diusung. Namun setelah itu polarisasi pendukung terus terjadi hingga Pemilu 2019.
Apalagi Jokowi kembali bertarung melawan Prabowo untuk Pilpres 2019. Suhu politik menjelang Pemilu 2019 selalu panas. Berita hoaks berseliweran di dunia maya. Capres Jokowi bahkan sempat mengeluhkan maraknya hoaks yang mengarah kepada dirinya.  Diungkapkan, elektabilitasnya turun karena serangan berita hoaks.
Masa kampanye terbuka seyogyanya digunakan untuk memaparkan visi dan misi capres serta program kerja yang akan dilaksanakan lima tahun ke depan. Tujuannya agar calon pemilih bisa memahami dan menilai visi dan misi serta program kerja yang dianggap cocok. Sehingga pada tanggal 17 April nanti pemilih datang ke TPS dengan pilihan yang mantap. Mereka menetapkan pilihan setelah melihat gagasan masing-masing capres.
Berita hoaks yang selama in berseliweran semoga tak muncul lagi di panggung kampanye terbuka. Karena selain membuat masyarakat bingung, juga rentan membuat perpecahan. Pemilu adalah ajang politik lima tahunan. Jangan sampai karena maraknya hoaks bangsa ini terpecah belah. Kita tidak ingin itu terjadi, karena persatuan dan kesatuan diatas segalanya. Mari kita berkampanye cerdas dan mencegah maraknya berita hoaks.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : awl