Jalan Sunyi Caleg di Pemilu 2019

233


Hiruk pikuk Pemilu 2019 kian gencar menjelang coblosan di 17 April mendatang.  Capres dan Cawapres  mulai melakukan kampanye terbuka. Publik juga terus memantau mengenai visi misi serta gagasan yang dilontarkan para kandidat. 
Di tengah gemerlapnya Pemilu 2019, calon anggota legislatif (caleg) seperti dinomor duakan. Fokus dan perhatian masyarakat lebih banyak tertuju pada Pemilihan Presiden (Pilpres). Padahal Pemilu 17 April 2019 nanti  selain memilih Presiden  juga adalah Pemilu Legislatif (Pileg) untuk memilih DPRD, DPRD Provinsi, DPR RI dan juga DPD.
Namun para caleg yang bertarung memperebutkan suara konstituen dan massa seperti luput dari perhatian.  Mereka seperti bertarung sendiri. Berjuang di jalan sunyi untuk bisa meraih kursi legislatif.  Karena itu tak heran jika muncul lontaran agar ke depan Pemilu tidak dilakukan serentak. Artinya Pilpres dan Pileg dilakukan terpisah. Anggota DPR Firman Subagyo dalam Diskusi “Tenggelamnya Caleg di Hiruk Pikuk Pilpres” di Media Center DPR, Kamis (28/3) menyuarakan itu. Menurutnya Pemilu serentak Pilpres dan Pileg sekarang ini lebih rumit dan berbiaya besar. Apalagi terjadi pergeseran politik pragmatis dimasyarakat  dimana pileg dianggap lebih penting daripada pileg. Dengan adanya pemilu serentak ini  yang banyak dibicarakan dan ramai di masyarakat malah pilpres. Pileg malah tenggelam dan dianggap tidak penting.
Padahal menurut Firman Subagyo baik Pilpres maupun Pileg sama-sama penting. Bahkan boleh dibilang Pileg itu lebih penting karena akan memilih calon anggota DPR yang akan membuat regulasi yang menjadi dasar aturan hukum dalam tata kelola pemerintahan dan negara. Apa yang disampaikan oleh Firman tersebut tentu merupakan sebuah keresahan.
Namun tentu ada banyak sebab yang membuat seakan akan Pileg tenggelam di tengah gegap gempitanya Pilpres. Apakah benar karena masyarakat sudah pragmatis. Atau bahkan karena masyarakat sudah antipati dengan lembaga legislatif.  Mereka lebih melihat bahwa presiden lah yang nanti bisa membawa gerbong perubahan.
Apa yang terjadi tentu tidak perlu disikapi dengan berlebihan oleh para caleg. Mereka harus menunjukkan bahwa mereka juga siap berjuang untuk rakyat jika terpilih nanti sebagai legislator. Walau tentu tidak mudah. Pemilu dengan sistem proporsional terbuka membuat caleg harus berlomba lomba untuk meraih suara terbanyak agar bisa melenggang mendapatkan kursi. Persaingan bukan hanya dengan caleg antar parpol. Namun juga dengan caleg satu parpol. Perjuangan yang tidak mudah memang. 
Demokrasi Indonesia memang sedang mencari bentuk. Namun kita tidak boleh mengeluh dan mengatakan demokrasi membuat semuanya menjadi ribet. Indonesia sudah berada di jalur yang benar dengan menggelar Pemilu yang demokratis. Mengenai usulan Pemilu tidak dilaksanakan serentak memang memerlukan kajian yang mendalam. Termasuk bagaimana menjadikan agar sistem Pemilu lebih sederhana.  Demokrasi Indonesia sedang berproses.  Semua pilihan sistem ada konsekuensinya. Caleg  tak perlu mengeluh seakan ditinggalkan. Perjuangan di jalan sunyi untuk mendapatkan dukungan konstituen harus terus dilakukan. Tujuannya tentu bukan hanya agar bisa mendapatkan jabatan dan kekuasaan. Namun bagaimana memperjuangkan Indonesia menjadi lebih maju.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt