Penyusunan Naskah Akademik Ratu Kalinyamat Libatkan Akademisi

32

Ratu Kalinyamat, yang merupakan tokoh heroik bagi warga masyarakat terus diusulkan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Foto : Budi Santoso

JEPARA, WAWASANCO- Usaha untuk mengusulkan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat, terus menggelinding. Pada tahapan terbaru, kini sedang disiapkan sebuah naskah akandemi berkaitan dengan kiprah sang ratu. Naskah akademik ini disusun dengan melibatkan sejumlah akademisi dari beberapa perguruan tinggi.

Yayasan Darma Bakti Lestari (YDBL) yang menjadi motor dari usaha ini menyatakan sudah mengundang beberapa tokoh akademisi. Melalui Lestari Moerdiyat, petinggi YDBL, mereka menyatakan sudah meminta penulis dan peneliti sejarah dari Undip (Universitas Diponegoro) Semarang, UGM (Universitas Gadjah Mada) Jogyakarta, UIN Sunan Kalijaga Jogyakarta dan UI (Universitas Indonesia) Jakarta.

Menurut Lestari Moerdijat, naskah akademik yang disusun merupakan dasar untuk melengkapi administrasi pengusulan gelar pahlawan bagi Ratu Kalinyamat. Naskah akademik tersebut nantinya akan berisi tentang riwayat hidup, uraian perjuangan, rekomendasi dari bupati/gubernur, dan biografi Ratu Kalinyamat sendiri. “Selain melibatkan para akademisi, penyusunan naskah akademik tersebut juga dilengkapi pendapat dari pakar pertahanan dari salah satu universitas. Kemudian juga melibatkan peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional di Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan,” ujar Lestari Moerdiyat, Senin (8/4).

Pihaknya juga menggali banyak informasi mengenai Ratu Kalinyamat, dari masyarakat Jepara sendiri. Informasi dan data dari mereka juga akan semakin melengkapi naskah akademik yang disusun. Sehingga diharapkan nantinya bisa lebih berbobot secara ilmiah dan faktual. Naskah akademik tersebut nantinya juga akan dibahas secara terbuka pada publik lokal di Jepara serta publik dan pakar nasional di Jakarta dalam waktu dekat.

Secara pribadi, Lestari Moerdiyat juga sudah beberapa kali datang ke Jepara untuk melihat secara langsung peninggalan Ratu Kalinyamat. Pihaknya juga beberapa kali mengunjungi makamnya di Desa Mantingan, Jepara, di kompleks Masjid  Mantingan. Ratu Kalinyamat sendiri meninggal dunia sekitar tahun 1579 dan dimakamkan di dekat makam Pangeran Sultan Haldirin, suamninya.

“Saya beberapa kali datang berziarah ke makam tersebut, dan sempat melakukan diskusi dengan pengelola makam dan masyarakat sekitar. Ada banyak referensi yang saya dapatkan mengenai sosok Ratu Kalinyamat yang akan diusulkan sebagai pahlawan nasional ini,” tambahnya. 

Penulis : budi erje
Editor   : jks