Bayi Berkepala Dua Lahir di Brebes


Bayi perempaun berkepala dua, anak pasangan Amirudin dan Susi, masih menjalani perawatan di inkubator, Ruang Perinatologi Rumah Sakit Mutiara Bunda, Tanjung, Brebes. Foto. Eko Saputro

BREBES, WAWASANCO-Raut kesedian terpancar dari wajah Amirudin, warga Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes. Pasalnya, anak ketiganya yang berjenis kelamin perempuan hasil perkawinannya dengan Susi, lahir melalui Operasi Caesar  dengan kondisi  berkepala dua di Rumah Sakit Mutiara Bunda, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes.

Hingga Senin, (8/4) siang, bayi perempuan yang lahir pada Sabtu (6/4) ini, masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut. Bayi perempuan dengan berat 4,2 kg dan panjang 46 cm tersebut, dirawat di inkubator, Ruang Perinatologi Rumah Sakit Mutiara Bunda.Amirudin, ayah bayi malang itu mengaku sebelumnya sudah mengetahui dari hasil pemeriksaan USG, kalau anak ketiganya akan lahir dalam kondisi cacat atau tidak normal. Namun, ia tidak berani menceritakan kondisi tersebut kepada istrinya karena tidak tega.Sementara itu, ibu sang bayi masih menjalani pula perawatan paska Operasi Caesar.

 “Sebenarnya sih sudah diprediksi sebelumnya, kalau anak ketiga saya lahirnya nanti tidak normal. Cuma saya nutupin ke istri. Dari pertama periksa USG, juga sudah ketahuan, tapi masalahnya hal ini terkait dengan urusan nyawa. Kita tahu cacat masa terus mau digugurin, kan tidak boleh. Saya lanjutkan untuk diselamatkan,” jelas Amirudin.

Dia juga berharap agar pemerintah membantu untuk memfasilitasi operasi anaknya.Direktur Rumah Sakit Mutiara Bunda, dr Linaldi Ananta menjelaskan, kondisi bayi saat ini stabil.“Bayi kembar bisa terjadi disebabkan melalui sel telur yang dibuahi oleh sperma. Kemudian, zigot yang merupakan persatuan dari sel telur dan sperma mengalami pembelahan dalam kurun waktu delapan hingga dua belas hari, Namun, karena melebihi waktu tersebut, maka proses pembelahannya pun tidak sempurna,” terang dr Linaldi.

Dokter Linanaldi mengemukakan, pihaknya sudah melakukan penanganan medis tahap awal. Tapi, pihak rumah sakit tetap menyarankan agar bayi tersebut segera dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitasnya. Sebab, bayi berjenis kelamin perempuan itu membutuhkan penanganan dari sejumlah dokter spesialis, seperti dokter anak, dokter kandungan dan dokter penyakit dalam. 

 

Penulis : ero
Editor   : jks