Kontraktor Mulai Gelar Aspal Hotmix Jalan Nasional Blora-Cepu

64

Pelaksanaan proyek pelebaran jalan nasional Blora-Cepu sudah mulai gelar aspal hotmiks pada blok-blok tertentu. Foto : Wahono

BLORA, WAWASAN.CO – Sempat terkendala keberadaan pipa SPAM, pelaksanaan proyek peningkatan (pelebaran) jalan nasional Blora-Cepu, kini sudah tidak ada lagi masalah, dan pekerjaan berjalan lancar.

Proyek nasional berbiaya Rp 83,790 milar tersebut, untuk sementara ini masih fokus pada pengerasan di kanan-kiri jalan lama dengan memulai pekerjaan dari timur.

Pantauan di lokasi,  Senin (8/4), proyek yang dikerjakan kontraktor PT Bangun Makmur  Utama (PT BMU) sepanjang 11,20 kilometer, lebih banyak menggarap fisik drainase dan pelebarannya.

Sebelumnya pelaksana proyek (PT BMU), sempat terkendala adanya pipa sistem pengelolaan air minum (SPAM) jaringan distribusi utama (JDU) dari DAS Bengawan Solo di Cepu ke menara air di Kota Blora.

Sepertinya kendala itu teratasi, karena sejumlah alat berat kini terus bekerja dan konsentrasi menggali dan menutup dengan batu grosok pada lubang pelebaran fisik tiga meter (1,5 meter x 2) kanan-kiri jalan lama.

Pelaksanaan  proyek jalan Blora-Cepu memang digarap dari timur Desa Cabak, Kecamatan Jiken, baru ke barat Kelurahan Bangkle, Kecamatan Kota Blora. “Tidak ada kendala, pelaksanaan peningkatan jalan nasional Blora-Cepu lancar,” beber Haryono, pejabat pengawas Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jateng untuk Blora-Cepu.

Lancar

Meski demikian, pihaknya tetap berharap dukungan semua pihak agar pelaksanaan proyek peningkatan jalan nasional itu tetap berjalan lancar, sesuai target dan kontrak kerja, kata Haryono.

Terpisah, Okto, juru bicara kotraktor pelaksana proyek peningkatan jalan nasional Blora-Cepu, membenarkan kendala pipa SPAM sudah tidak ada masalah, sehingga pekerjaan berjalan lancar.

Hanya saja, menurut Okto, saat ini masih konsentrasi pada fisik pelebaran di kanan kiri jalan lama, pembuatan drainase, gelaran agregat pada lapisan paling awal.

“Kami sudah mulai gelar aspal hotmix, blok-blok tertentu pada bagian jalan yang dalam,” katanya melalui telepon.

Diberitakan sebelumnya, ratusan tegakan pohon turus jalan, sebagian besar sudah usia puluhan tahun, terpaksa dikorbankan dengan cara dipotong habis untuk keperluan proyek pelebaran jalan nasional Blora-Cepu.

Pohon-pohon yang dirobohkan ada di ruas jalan sepanjang 11,20 kilometer, mulai dari gapura pintu masuk Kota Blora hingga ke simpang tiga Cabak, Kecamatan Jiken.

Proyek pekerjaan pelebaran jalan nasional Blora-Cepu berbiayai Rp 83,790 miliar lebih, sempat tertunda akibat prosedur lelang yang salah, dan harus dilakukan lelang ulang.

Proyek dilaksanakan PT BMU Semarang. Awalnya, proyek hanya dianggarkan Rp 59 miliar dengan masa kontrak kerja sampai 31 Desember 2018 (non-multiyears).

Dalam perkembangannya, ada penambahan anggaran menjadi Rp 84 miliar (TA 2018-2019 masa kontrak kerja sampai 31 Desember 2019 (multiyears). Pelabaran badan jalan dari enam meter menjadi sembilan meter.

Penanggung jawab proyek oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jateng PPK Rembang-Blora-Cepu.

Sebelumnya (2017), Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp 31,9 miliar untuk proyek preservasi (hotmix), dan pelebaran jalan Blora-Cepu dari buk brosot hingga perempatan Puskesmas Sambong.

 

Penulis : wah
Editor   : wied